ARDINI PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL
ARDINI PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA POKOK BAHASAN TRIGONOMETRI RAMADHANTY (1684202110) BAB I PENDAHULUAN Dosen Pembimbing I : v Westi Bilda, M. Pd. Dosen Pembimbing II : LOGO KAMPUS BAB II KAJIAN PUSTAKA v Kus Andini Purbaningrum, M. Pd BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG ASUMSI DAN KETERBATASAN RUMUSAN MASALAH TUJUAN PENELITIAN DEFINISI ISTILAH SPESIFIKASI PRODUK YANG DIHARAPKAN MANFAAT PENELITIAN
LATAR BELAKANG 1. Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk memajukan kecerdasan bangsa. 2. Peraturan menteri pendidikan nasional nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi satuan pendidikan pasal 1 ayat 1 3. Definisi Matematika menurut KBBI (Depdiknas, 2002: 723) 4. Peranan Matematika dalam meningkatkan kualitas SDM 5. Laporan Ujian Nasional (UN) SMK tahun pelajaran 2018/2019 yang diterbitkan oleh Puspendik Kemendikbud yang menunjukkan rendahnya pemahaman siswa terhadap materi Trigononometri menunjukkan bahwa Trigonometri merupakan salah satu mata pelajaran yang sulit 6. Hasil observasi awal penulis di SMK Era Pembangunan 3 7. Sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 seorang guru harus mampu memanfaatkan dan mengembangkan sumber maupun media belajar 8. Peran bahan ajar dalam proses pembelajaran 9. Implementasi kurikulum 2013 10. Pengertian pendekatan kontekstual menurut para ahli
RUMUSAN MASALAH § Bagaimana cara mengembangkan bahan ajar matematika berupa lembar kerja siswa pada pokok bahasan Trigonometri? § Apakah terdapat kualitas yang baik terhadap lembar kerja siswa apabila ditinjau dari kevalidan kepraktisan? TUJUAN PENELITIAN § Mengetahui langkah-langkah pengembangan bahan ajar matematika berupa lembar kerja siswa pada pokok bahasan Trigonometri siswa kelas X SMK. § Mengetahui kualitas lembar kerja siswa ditinjau dari kevalidan kepraktisan.
SPESIFIKASI PRODUK YANG DIHARAPKAN 1. Mencakup materi pokok Trigonometri untuk siswa SMK kelas X semester 2. Mengacu pada pendekatan pembelajaran kontekstual yang mencakup 7 komponen utama yaitu Konstruktivisme (Constructivism), Menemukan (Inquiry), Bertanya (Questioning), Masyarakat Belajar (Learning Community), Pemodelan (Modeling), Refleksi (Reflection), dan Penilaian Autentik (Authentic Assessment). 3. Dibuat semenarik mungkin, agar para siswa tidak merasa bosan dan agar mudah dipahami.
Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan Asumsi dalam penelitian dan pengembangan lembar kerja siswa dengan pendekatan kontekstual adalah : q Asumsi Pengembangan 1. Lembar kerja siswa pada materi Trigonometri ini menyediakan materi ajar yang dikemas sesuai dengan kebutuhan siswa. 2. Dengan menggunakan lembar kerja siswa ini, akan memudahkan siswa untuk memahami materi yang dipelajari. 3. Membantu guru dalam proses kegiatan mengajar berlangsung pada materi Trigonometri. 4. Pengembangan lembar kerja siswa dengan pendekatan kontekstual, menekankan kepada siswa agar dapat mengatasi masalah siswa dalam memahami keterkaitan persoalan dengan kehidupan sehari-hari. q Keterbatasan Pengembangan 1. Materi yang dikembangkan dalam perangkat pembelajaran ini hanya terbatas pada materi Trigonometri kelas X SMK. 2. Uji coba perangkat pembelajaran hanya dilaksanakan pada salah satu sekolah yaitu di SMK Era Pembangunan 3.
Definisi Istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian pengembangan lembar kerja siswa ini sebagai berikut : 1. Metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) 2. Lembar kerja siswa (LKS) 3. Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) Manfaat Penelitian Manfaat penelitian berupa pengembangan perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual pada pokok bahasan Trigonometri untuk SMK kelas X adalah: 1. Bagi Guru 2. Bagi Siswa 3. Bagi Peneliti 4. Bagi Sekolah
BAB II KAJIAN PUSTAKA LANDASAN TEORI PENELITIAN YANG RELEVAN KERANGKA BERPIKIR
LANDASAN TEORI 1. Bahan Ajar v Pengertian Bahan Ajar Ø Menurut Hamdani (2013) Ø Menurut Prastowo (2015) Ø Menurut Priyanto dalam jurnal yang diteliti Prasetiyo & Perwiraningtyas, 2017 Ø Sintesis : bahan ajar adalah segala bentuk bahan ajar yang telah diolah menjadi berkualiatas berisikan materi pelajaran yang disusun secara sistematis dan terstruktur berdasarkan kompetensi sebagai bahan acuan untuk guru maupun siswa dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
v Fungsi Bahan Ajar Ø Menurut pihak yang memanfaatkan Bahan Ajar : Guru dan Siswa Ø Menurut Strategi Pembelajaran yang digunakan : pembelajaran klasikal, individual dan kelompok v Unsur-unsur Bahan Ajar Ø Petunjuk belajar Ø Kompetensi yang akan dicapai Ø Informasi pendukung Ø Latihan-latihan Ø Petunjuk kerja atau lembar kerja Ø Evaluasi
v Macam-macam Bahan Ajar Ø Bahan ajar berdasarkan bentuknya : Bahan cetak dan bahan ajar dengar Ø Bahan ajar berdasarkan cara kerjanya : Bahan ajar yang diproyeksikan, bahan ajar yang tidak diproyeksikan, bahan ajar audio, bahan ajar video dan bahan ajar media komputer v Pengertian Lembar Kerja Siswa Ø Menurut Slamet (2011) Ø Menurut Darmadjo dan Kaligis dalam penelitian (Toyib, Murboyono, & Muslim, 2017) Ø Menurut Fahrie dalam penelitian (Fitri, Noviana & Fendrik, 2016) Ø Sintesis : LKS adalah suatu perangkat pembelajaran berupa lembaran-lembaran yang digunakan sebagai pedoman oleh guru berisi tentang materi serta soal-soal yang harus dikerjakan oleh siswa sesuai dengan apa yang sedang dipelajarinya untuk mengukur tingkat kepemahaman siswa dalam belajar.
2. Pendekatan Kontekstual v Pengertian Pendekatan Kontekstual Ø Menurut Elaine B. Johnson dalam (Rusman, 2018). Ø Menurut Nurhadi dalam (Rusman, 2018). Ø Menurut Sanjaya dalam (Rani & Dewi, 2019) Ø Sintesis : Pembelajaran kontekstual adalah sebuah konsep belajar yang menekankan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran untuk dapat menghubungkan materi yang telah disampaikan oleh guru dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari mereka.
v Karakteristik Pendekatan Kontekstual Menurut Johnson B. Elaine (2002) pendekatan kontekstual memiliki karakteristik sebagai berikut : (1) menjalin hubungan-hubungan yang bemakna (making meaningful connections); (2) mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang berarti (doing significant work); (3) melakukan proses belajar yang diatur sendiri (self-regulated learning); (4) mengadakan kolaborasi (collaborating); (5) berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thinking); (6) memberikan layanan secara idividual (nurturing the individual); (7) mengupayakan pencapaian standar yang tinggi (reaching high standards); dan (8) menggunakan asesmen autentik (using authentic assessment) (Rusman, 2018). v Komponen-komponen Pendekatan Kontekstual Pendekatan kontekstual memiliki tujuh komponen utama pembelajaran yaitu: Kontruktivisme (Contructivism), Menemukan (Inquiry), Bertanya (Questioning), Masyarakat Belajar (Learning Community), Pemodelan (Modelling), Refleksi (Reflection), dan Penilaian sebenarnya (Authentic Assesment)
v Langkah-langkah Penerapan Pendekatan Kontekstual Komponen Kontekstual Aktivitas Konruktivisme (contructivism) Guru Mengaitkan materi yang diajarkan dengan kehidupan sehari-hari Siswa mengamati instruksi dari guru Menemukan (inquiry) Guru memberikan masalah dengan pengerjaan tugas LKS Siswa menyelesaikan LKS bersama anggota kelompoknya Bertanya (Questioning) Guru mengawasi dan memberikan umpan balik serta mendorong siswa untuk bertanya. Siswa melakukan diskusi dengan anggota kelompoknya dan melakukan tanya jawab. Siswa membentuk kelompok kecil dan menerima LKS Masyarakat belajar (Learning Community) Membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil dan membagikan LKS Guru menyuruh siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi siswa, kemudian salah satu anggota kelompok diminta menuliskan penyelesaian LKS didepan dan akan diperiksa kebenarannya oleh guru Siswa memperhatikan dan memberikan tanggapan Membimbing siwa membuat rangkuman dan menarik kesimpulan dari pembelajaran Membuat rangkuman dan menarik kesimpulan Guru mengadakan tes kepada setiap individu Siswa mengerjakan dan menyelesaikan tes Pemodelan (Modelling) Refleksi (Reflection) Penilaian Sebenarnya (Authentic Assessment)
PENELITIAN YANG RELEVAN 1. Maria Hendrika Putri (2018) dengan penelitiannya yang berjudul “Pengembangan Lembar Kerja Siswa dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam Upaya Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VII SMP Joannes Bosco Yogyakarta” menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan pada penelitian ini memenuhi kriteria sangat valid dengan skor rata-rata 4, 29. Kualitas terhadap kelayakan produk yang dikembangkan berupa LKS dengan pendekatan CTL memperoleh skor 4, 12 dan termasuk kriteria “Baik”. 2. Yudha Prihadi (2014) dengan judul penelitian “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Kontekstual pada Pokok Bahasan Trigonometri untuk Siswa SMA kelas X” menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan pada penelitian ini memenuhi kriteria sangat valid dengan rata-rata total skor 189 untuk RPP dan 273, 5 untuk LKS. Kualitas kepraktisan produk yang dikembangkan menunjukkan rata-rata total skor 80, 73. Sedangkan untuk kriteria keefektifan penggunaan LKS menunjukkan persentase 90% dengan kriteria sangat efektif. 3. Herry Agus Susanto dengan judul penelitian “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika SMA dengan Pendekatakan Kontekstual pada Materi Trigonometri” menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan pada penelitian ini memenuhi kriteria sangat valid dengan persentase 91% untuk RPP dan 85% untuk LKS
KERANGKA BERPIKIR o Masalah yang dihadapi siswa o Dalam pembelajaran matematika di SMA/SMK untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan tidaklah mudah terutama untuk materi Trigonometri. o Cara yang dapat dilakukan guru untuk menangani masalah tersebut o Penyebab peneliti mengembangkan Lembar Kerja Siswa dengan Pendekatan Kontekstual pada Pokok Bahasan Trigonometri
BAB III METODOLOGI PENELITIAN MODEL PENELITIAN DAN PENGEMBANGANNYA DESAIN UJI COBA PROSEDUR PENELITIAN DAN PENGEMBANGANNYA TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN UJI COBA PRODUK SUBYEK UJI COBA JENIS DATA INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA TEKNIK ANALISIS DATA
MODEL PENELITIAN DAN PENGEMBANGANNYA Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research and Development (R & D). 1. Menurut Sugiyono (2017) 2. Menurut Gall, Gall dan Borg dalam buku yang ditulis oleh Nyoman (2014) 3. Jadi, penelitian pengembangan merupakan metode penelitian yang menghasilkan produk baru dan hasilnya akan dites dilapangan secara sistematis, dievaluasi serta diperbaiki sehingga diperoleh produk yang baik sesuai dengan kriteria. Model yang akan digunakan pada penelitian pengembangan ini adalah model tipe 4 D (four-D). Model penelitian dan pengembangan 4 D terdiri atas 4 tahap yaitu define, design, develop, dan disseminate. Model pengembangan 4 D dapat diadaptasikan menjadi 4 P yaitu: pendefenisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Penerapan langkah utama dalam penelitian tidak hanya menurut versi asli namun disesuaikan dengan karakteristik subjek dan tempat asal (Triyanto, 2010).
PROSEDUR PENELITIAN DAN PENGEMBANGANNYA Langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian pengembangan model 4 D adalah: 1. Define (Pendefinisian). Tahap define merupakan tahap untuk menetapkan dan mendefinisikan syarat-syarat yang dibutuhkan dalam pengembangan pembelajaran. Dalam tahap ini ada 5 kegiatan yang dilakukan yaitu : Analisis Ujung Depan (Front-End Analysis), Analisis Peserta Didik (Learner Analysis), Analisis Konsep (Concept Analysis), Analisis Tugas (Task Analysis), dan Perumusan Tujuan Pembelajaran (Specifying Instructional Objectives). 2. Design (Perancangan). Setelah tahap pendefinisian selesai, selanjutnya dilakukan tahap perancangan perangkat pembelajaran matematika berupa rancangan awal LKS. 3. Develop (Pengembangan). Dalam penelitian ini dilakukan tahap uji coba sebagai berikut: Penilaian Produk, Uji Coba Terbatas, Penilaian Respon Siswa dan Tes Evaluasi Hasil Belajar Siswa. 4. Deseminate (Penyebarluasan). Pada tahap ini merupakan tahap penggunaan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan pada skala yang lebih luasmisalnya di kelas lain, di sekolah lain, oleh guru lain.
TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada tahun ajaran 2019/2020 di SMK Era Pembangunan 3 Jakarta. No 1 2 3 4 3 Kegiatan Pengajuan Judul SK Bimbingan Proposal Observasi Awal Seminar Proposal Waktu Juni 2019 Desember 2019 Januari 2020 - April 2020 10 Maret 2020 Mei 2020
UJI COBA PRODUK v Uji Ahli 1. Ahli Materi Matematika 2. Ahli Pendidikan 3. Ahli Media v Uji Terbatas Uji terbatas dilakukan dengan menerapkan media yang telah disempurnakan sesuai saran yang sudah diberikan oleh para ahli, kemudian dilakukan uji coba kembali dalam skala terbatas terhadap kelompok siswa kelas X SMK yang terdiri dari 35 siswa. Uji coba ini dilakukan untuk mengetahui kekurangan yang masih terdapat pada produk tersebut.
DESAIN UJI COBA Desain uji coba dilakukan untuk mengukur kelayakan dan keefektifan produk yang dikembangkan. Desain uji coba produk dilakukan dengan cara validasi produk dan uji coba. Validasi produk dilakukan oleh validator ahli bahan ajar, ahli materi, dan ahli pembelajaran Matematika SMK. Validasi produk dilakukan oleh validator dengan mengisi angket validasi guna menilai produk yang telah dikembangkan, validator memberikan penilain, saran, dan komentar terhadap produk agar peneliti memperoleh informasi atau data secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Uji coba produk dilakukan pada kelompok kecil. Uji coba tersebut dilakukan pada siswa kelas X SMK. SUBYEK UJI COBA Subjek penelitian dalam penelitian pengembangan ini adalah siswa kelas X SMK Era Pembangunan 3 Jakarta. Objek dalam penelitian ini adalah produk LKS dengan pendekatan CTL pada pokok bahasan Trigonometri.
JENIS DATA 1. Data Kualitatif 2. Data Kuantitatif INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA 1. Wawancara dilakukan kepada guru matematika kelas X SMK Era Pembangunan 3 yang bertujuan untuk mengumpulkan data tentang karakteristik siswa, karakteristik pembelajaran yang dilakukan di sekolah tersebut serta menganalisis kebutuhan terhadap LKS dengan pendekatan CTL sebagai acuan untuk membuat rancangan awal perangkat pembelajaran yang akan dikembangkan. 2. Uji Coba Produk 3. Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan seperangkat pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Angket ini diberikan kepada para ahli untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran. Pada hal ini angket diberikan kepada ahli media dan ahli materi sebelum media tersebut siap untuk diimplementasikan. Setelah itu, pemberian angket dilakukan kepada siswa untuk mengetahui keseharian siswa, cara belajar siswa, serta motivasi siswa dalam belajar.
TEKNIK ANALISIS DATA 1. Analisis Kualitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan hasil observasi, wawancara, saran dosen validasi, dan catatan dokumentasi saat diimplementasikan. Data tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, beberapa saran akan digunakan untuk perbaikan produk pada tahap revisi sedangkan catatan dokumentasi dideskripsikan untuk mengetahui kebermanfaatan produk yang dikembangkan saat digunakan dalam pembelajaran. 2. Analisis Kuantitatif. Data hasil penilaian terhadap bahan ajar yang dilakukan para ahli dan siswa akan diolah menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Penilaian dilakukan dengan menggunakan angket validasi dan angket respon siswa yang berisi pertanyaan mengenai suplemen bahan ajar yang dikembangkan. Data yang disajikan berupa angka/numerik yang diperoleh dari angket validasi para ahli diukur menggunakan skala Likert.
No 1 2 3 4 5 Keterangan Sangat Baik Cukup Tidak Baik Sangat Tidak Baik Skor 5 4 3 2 1
Keterangan Ya Tidak Skor 1 0 Tingkat Pencapaian 81 -100% 61 -80% 41 -60% 21 -40% <20% Keterangan Sangat layak, tidak perlu revisi Layak, tidak perlu revisi Kurang layak, perlu revisi Tidak layak, perlu revisi Sangat tidak layak, perlu revisi
Eko Risdianto, M. Cs
- Slides: 27