Aplikasi Tolok Ukur Kualitas Penelitian PERMASALAHAN PENENTUAN TOLOK









- Slides: 9
Aplikasi: Tolok Ukur Kualitas Penelitian
PERMASALAHAN PENENTUAN TOLOK UKUR KUALITAS PENELITIAN (1) • Masalah inkonsistensi – Ketidakkonsistenan antara paradigma, kerangka teori, metodologi, dan metode penelitian – Ketidakkonsistenan Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, dan hasil penelitian – Ketidakkonsistenan penurunan Karangka Teori, Kerangka Pikir, Hipotesis (jika ada) berikut variabel-variabel penelitian, indikator & atribut, dan instrumen
PERMASALAHAN PENENTUAN TOLOK UKUR KUALITAS PENELITIAN (2) • Masalah pembedaan antara penelitian kuantitatif dan kualitatif – Perbedaan paradigmatis filsafat ilmu yang dianutnya – Perbedaan metode dan jenis data • Tidak semua kualitatif pasti interpretif/kritis • Penelitian kualitatif positivistik bisa dinilai berdasarkan pengujian validitas dan reliabilitas secara kuantitatif positivistik
PARADIGMA SOSIAL Positivisme Interpretivisme Menempatkan ilmu sosial seperti ilmu-ilmu alam Menempatkan ilmu sosial sebagai analisis sistematis terhadap socially meaningfull action. Metode yang terorganisasi untuk mengkombinasikan deduktif dengan pengamatan empirik (induktif) Menemukan atau mengkonfirmasikan hukum sebab akibat Memprediksi pola-pola umum (universalitas) dari suatu gejala sosial Menggunakan pengamatan langsung dan rinci thdp pelaku sosial dlm setting keseharian yg alamiah Memahami dan menafsirkan bgmn para pelaku sosial menciptakan dan mengelola dunia sosial mereka Kritisisme Mendefinisikan ilmu sosial sbg suatu proses yg scr kritis berusaha mengungkap the real structures dibalik ilusi, fals needs, yg dinampakkan dunia materi. Membantu membentuk suatu kesadaran sosial agar memperbaiki dan mengubah kondisi kehidupan manusia
PERSPEKTIF TEORETIS - METODOLOGI - METODE THEORETICAL PERSPECTIVE METHODOLOGY METHODS Positivism - Experimental Research - Survey Research - Measurement Scalling - Sampling - Questionaire Interpretivism - Symbolic Interactionalism - Phenomenology - Hermeneutics - Ethnography - Phenomenological Research - Grounded Theory - Heureistic Inquiry - Observation - Participant Observation - Interview - Focus Group - Case Study - Life History Critical Inquiry - Action research - Discourse Analysis - Comparative Analysis - Document Analysis - Interpretatif Methods - Content Analysis
PERBEDAAN ONTOLOGIS Positivisme Interpretivisme Critical Realism Relativism Historical Realism Ada realitas “real” yang diatur kaidah universal walau kebenaran pengetahuan mungkin hanya bisa diperoleh scr probabilistik Realitas merupakan konstruksi sosial. Realitas yg teramati merupakan realitas “semu” (virtual reality) yg terbentuk oleh proses sejarah dan kekuatan-kekuatan sosial, budaya, dan ekonomi politik Kebenaran realitas adalah relatif, berlaku sesuai konteks spesifik yg dinilai relevan oleh pelaku sosial Kritisisme
PERBEDAAN EPISTEMOLOGIS Positivisme Interpretivisme Dualist/objectivist Transactionalist/ subjectivist Ada realitas objektif sebagai realitas di luar diri peneliti. Pemahaman suatu realitas, atau temuan suatu penelitian merupakan produk interaksi peneliti dgn yang diteliti Hubungan peneliti dgn yg diteliti selalu dijembatani nilai-nilai tertentu. Pemahaman ttg suatu realitas merupakan value mediated findings Peneliti harus sejauhnya mengambil jarak dgn obyek penelitian Kritisisme
PERBEDAAN AKSIOLOGIS Positivisme Interpretivisme Saintist Facilitator Activist • Nilai, etika, dan pilihan moral harus berada di luar proses penelitian • Nilai, etika, dan pilihan moral adalah bagian takterpisahkan dari penelitian • Peneliti berperan sebagai disinterested scientist • Peneliti sbg passionate participant, fasilitator yg menjembatani keragaman subjektivitas pelaku sosial • Peneliti menempatkan diri sebagai transformative intelectual, advocat, dan aktivis. • Tujuan penelitian: eksplanasi, pengujian, dan prediksi realitas sosial • Tujuan penelitian: rekonstruksi realitas sosial secara dialektis antara peneliti dan yang diteliti Kritisisme • Tujuan penelitian: rekonstruksi sosial, transformasi, emansipasi dan social empowerment
PERBEDAAN METODOLOGIS Positivisme Interpretivisme Kritisisme Interventionist Reflective/Dialectical Participative Pengujian hipotesis dlm struktur hyphotheticodeductive methode; melalui laboratorium eksperimen atau survei ekplanatif dgn analisis kuantitatif Menekankan empati, dan interaksi dialektis antara peneliti-responden untuk merekonstruksi realitas yang ditelliti, melalui metode-metode kualitatif seperti participant observation Mengutamakan analisis komprehensif, kontekstual, dan multilevel analysis yg bisa dilakukan melalui penempatan diri sebagai aktivis/partisipan dlm proses transformasi sosial Krtiteria Kualitas Penelitian Kriteria Kualitas Penelitian Objektivitas, reliabilitas, dan validitas (internal maupun eksternal) Authenticity dan reflectivity: sejauh mana temuan merupakan refleksi otentik dari realitas yg dihayati para pelaku sosial Trustworthiness: - Credibility (=internal val) - Transferability (=external val) - Confirmability (=objectivity) Historical situadness: sejauh mana temuan merupakan refleksi otentik dari realitas yg dihayati para pelaku sosial Wholesness: sejauh mana studi yang dilakukan bersifat holistik, terhindar dari analisis parsial