ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM DIALOG INTERAKTIF RADIO SYAIBAH
ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM DIALOG INTERAKTIF RADIO SYAIBAH 1305 AM CIPONDOH KOTA TANGERANG INTAN ARIANI 1688201072
BAB 1 • A. Latar Belakang Masalah Hal utama yang menjadi daya tarik peneliti memilih Radio Syaibah AM, terletak pada bahasa siaran radio yang menggunakan bahasa informal dan sering kali menggunakan bahasa dialeg yang tumbuh dan berkembang di daerah tersebut. Selain itu, musik yang diputarkan adalah musik asli dalam negeri, lagu dangdut, pop, dan tembang-tembang kenangan yang sudah menjadi bagian hidup bagi masyarakat Indonesia.
B. Fokus Masalah Penelitian Peneliti memfokuskan penelitian ini sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Peneliti memfokuskan penelitian ini pada bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi, berdasarkan percakapan dialog interaktif radio Syaibah 1305 v MHz.
C. Perumusan Masalah Berdasarkan fokus penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya, maka perumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Bagaimana bentuk tindak tutur lokusi yang terdapat dalam dialog interaktif di Radio Syaibah Am 1305 v MHz ? 2. Bagaimana bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam interaktif di Radio Syaibah Am 1305 v MHz ? 3. Bagaimana bentuk tindak tutur perlokusi yng terdapat dalam dialog interktif di Radio Syaibah Am 1305 v MHz ?
D. Tujuan Penelitian Dalam penelitian ini, tujuan yang dicapai sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui bentuk tindak tutur lokusi dalam dialog interaktif antara penyiar dengan pendengar radio Syaibah Am 1305 v MHz. 2. Untuk mengetahui bentuk tindak tutur ilokusi dalam dialog interaktif antara penyiar dengan pendengar radio Syaibah Am 1305 v MHz. 3. Untuk mengetahui bentuk tindak tutur perlokusi dalam dialog ineraktif antara penyiar dengan pendengar radio Syaibah 1305 v MHz.
E. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk kajian dalam bidang bahasa, dan hasil dari penenlitian ini dapat menambah data tentang penelitian tentang kebahasaan, terutama dengan penelitian tindak tutur (pragmatik), selanjutnya penelitian ini juga bisa digunakan untu evaluasi dalam mengurangi kesalahan berbahasa, menambah wawasan dan pengetahuan dalam penerapan metode penelitian dapat digunakan sebagai bahan perbandingan pada penelitian lainnya khususnya tindak tutur lokusi, ilokusi, perlokusi. 2. Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat terhadap perkembangan ilmu bahasa dalam bidang pragmatik pada umumnya dan khususnya dalam bidang kajian tindak tutur.
BAB 2 1. Pengertian Pragmatik Secara sederhana pragmatik dapat diartikan sebagai ilmu yang mengkaji maksud penutur di dalam konteks situasi atau lingkungan dalam menelaah bagian-bagian bahasa sebagai unsur terpenting dalam tindak tutur, harus senantiasa memperhatikan kalimat yang digunakan serta makna semiotik (ilmu tanda) di dalamnya.
MENURUT PARA AHLI => Menurut Leech (2015), pragmatik merupakan kajian mengenai kondisi-kondisi umum bagi penggunaan bahasa secara komunikatif, dengan demikian pragmatik umum tidak mencakup kondisi-kondisi lokal yang lebih spesifik (h. 15). => Menurut Yule (2014), bahwa pragmatik adalah studi tentang hubungan antara bentuk-bentuk linguistik yang berupa tuturan-tuturan dan pemakainya ikut terlibat dalam proses analisis (h. 5). => Pendapat lain diungkapkan Djajasudama (2012), pragmatik berhubungan langsung dengan semua aspek kebahasaan mulai dari topik, konteks, bahasa komunikatif sehingga makna (semantik) suatu bahasa. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pragmatik adalah bidang studi yang mempelajari ilmu bahasa tentang tanda berdasarkan konteks situasi dalam komunikasi. Terdiri dari berbagai unsur yang mendukung terbentuknya proses tindak tutur antara penutur dengan mitra tutur, sehingga peristiwa yang terjadi dapat dikatakan sebagai kegiatan pragmatik.
PENGERTIAN TINDAK TUTUR Menurut para ahli • Menurut Chaer dan Agustina (2004), tindak tutur merupakan gejala individual bersifat psikologis dan keberlangsunganya ditemukan oleh kemampuan bahasa sipenutur dalam menghadapi situasi tertentu. Dalam tindak tutur lebih dilihat pada makna atau arti tindakan dalam penuturnya (h. 50). • Lain halnya yang diungkapakan Austin (dalam Searle, 1969) menjelaskan bahwa tindak tutur merupakan fenimena actual yang kita lakukan sehari-hari (h. 327). • Menurut Fatimah (2012), bahwa tindak tutur (speech act) akan berkembang dalam analisis wacana dan merupakan unsur pragmatig yang melibatkan pembicara dengan pendengar atau penulis atau pembaca serta yang dibicarakan (hal 53) dari beberapa pendapat ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa tindak tutur adalah aktifitas atau tindakan dalam tuturan yang di miliki makna berdasarkan situasi atau tempat berlangsungnya tuturan.
JENIS TINDAK TUTUR • Austin (melalui Chaer, 2004: 53) merumuskan adanya tiga jenis tindakan yang berjalan sekaligus, yaitu tindak lokusi (locution act), tindak ilokusi (ilocutionary act), dan tindak perlokusi (perlocutionary act).
TINDAK LOKUSI • Menurut Yule (2014) menyatakan bahwa tindak lousi merupakan dasar tuturan yang menghasilkan suatu ungkapan linguistik yang bermakna (h. 83) • Menurut Rahardi (2003) tindak tutur ini disebut juga sebagai the act sating something, dalam tindak tutur lokusi tidak dipermasalahkan maksud dan fungsi tuturan yang disampaikan oleh penutur (h. 71). • Chaer dan Agustina (2010) menyatakan bahwa tindak lokusi adalah tindak tutur yang memiliki makna harfiah, seperti yang memiliki komponen-komponen itu (h. 54). • Dapat disimpulkan bahwa tindak tutur lokusi adalah tindak tutur yang berfungsi untuk menyatakan atau menginformasikan sesuatu dengan makna kata dan makna kalimat sesuai dengan makna kata itu sendiri tanpa maksud atau memengaruhi lawan tuturnya.
TINDAK ILOKUSI Menurut Chaer (2004) ilokusi adalah tindak tutur yang biasanya didentifikasikan dengan kalimat formatif yang eksplisit. Tindak tutur ilokasi ini biasanya berkenan dengan pemberian izin, mengucapkan terima kasih, menyuruh, menawarkan, dan mengizinkan (h. 53). Menurut Nadar (2009) tindak tutur ilokusi adalah apa yang ingin dicapai oleh penuturnya pada waktu menuturnya sesuatu dan dapat merupakan tindakan menyatakan, berjanji, minta maaf, mengancam, meramalkan, memerintah, meminta, dan lain sebagainya. Tindak ilokusi dapat dikatakan sebagai tindak terpenting dalam kajian dan pemahaman tindak tutur (h. 14). Menurut Austin (dalam Suhartono, 2009) tindak tutur ilokusi, yaitu suatu tindak tutur dalam melakukan suatu tindakan terhadap orang lain melalui bahasa yang digunakan (an act of doing comething in saying something) (h. 3. 30).
PERLOKUSI Menurut Austin (dalam Yunisefendri, 2009) tindak perlokusi yaitu suatu tindak ujar dalam mempengaruhi orang lain dengan bahasa yang digunakan (the act affecting someone). Dengan demikian, makna tindak perlokusi adalah hasil efek dari ujaran itu terhadap pendengar, baik berupa respon bahasa maupun tindakan (h. 331). Menurut Chaer (2004) tindak tutur perlokusi adalah tindak tutur yang berkenaan degan adanya ucapan orang lain sehubungan dengan sikap dan perilaku nonlinguistik dari orang lain (h. 4). Menurut Nadar (2009) tindak tutur perlokusi adalah tindakan untuk mempengaruhi lawan tutur seperti memalukan, mengintimidasi, membujuk, dan lain-lain (h. 15). Berdasarkan penjelasan diatas, tindak tutur perlokusi adalah efek atau daya pengaruh yang ditimbulka dari apa yang diutarakan penutur pada mitra tutur.
• Penelitian Relevan Penelitian ini berjudul “ Analisis Tindak Tutu dalam Dialog Interaktif radio Syaibah 1305 AM Cipondoh Tangerang “. Penelitian yang pertama yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Didik Mulyanto tahun 2012 skripsi yang berjudul “ Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Iklan Radio di Jember”. Kedua, skripsi berjudul “ Analisis Tindak Tutur Direktif dan Ekspresif pada Rubrik Kriing Solopos” ( Sebuah Tinjauan Pragmatik ) oleh Jamilatun tahun 2011. ketiga, skripsi berjudul “ Tindak Tutur dala Iklan Radio 105, 8 Della FM Medan “ oleh Rina Deslilah Tambololon tahun 2013.
BAB III A. Pendekatan dan Jenis Metode Penelitian “ Analisis Tindak Tutur dalam Dialog Interaktif Radio Syaibah 1305 Am Cipondoh Kota Tangerang “ ini adalah penelitian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode kualitatif deskriptif yaitu suatu pendekatan yang berupaya mengungkapkan sesuatu secara apa adanya (sudaryanto, 1993: 62). Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah paparan tindak tutur yang digunakan secara apa adaya.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Radio Syaibah 1305 Am Pinang yang beralamat di Jalan KH. HASYIM Ashari, Gang H. Cepe No. 60 Pinang Kota Tangerang
C. Waktu Penelitian no Kegiatan Bulan 1 1. Pengajuan judul 2. Bimbingan proposal skripsi 3. Pembuatan intrumen penelitian 4. Pengumpulan data 5. Pengolahan analisis data 6. Ujian skripsi 2 3 4 5 6 7 8
D. Sumber dan Jenis Data Penelitian Sumber data dalam penelitian ini adalah dialog penyar radio pada kegiatan on air. Ojek dalam penelitian ini adalah tindak tutur yang dilakukan oleh penyiar dan pendengar dalam kegiatan on air radio Syaibah 1305 Am. Adapun jenis penelitian ini terbagi menjadi 2 yaitu data primer dan data skunder. E. Teknik Pengumpulan Data 1. Peneliti melakukan perekaman terhadap siaran on air radio yaitu merekam pengguna bahasa 2. Peneliti melakukan teknik simak untuk mendapatkan hasil transkip naskah dialog interaktif radio. 3. Peneliti melakukan pencatatan (transkip) sehinga data yang semula berwujud lisan menjadi data yang berwujud tertulis. 4. Peneliti menginvestarisasikan data tersebut.
F. Teknik Analisis Data Metode yang digunakan ini dalam analisis ini adalah metode padan. Metode padan adalah metode analisis bahasa yang penentunya tidak menjadi bagian dari bahasa yang bersangkutan (Sudaryanto, 1993: 13). Setelah data terkumpul, selanjutnya peneliti melakukan analisis data. Dalam menganalisis data dengan menggunakan: 1. Reduksi data 2. Penyajian data 3. Menarik kesimpulan/verifikasi
G. Keabsahan Data Untuk meyakinkan bahwa data dan untuk menetapkan keabsahan data bahwa deskripsi data yang telah disajikan peneliti data yang absah dan memiliki kepercayaan. Maka tahap yang akan dilakukan teknik yang didasarkan karena keabsahan data yaitu objektivitas, kesahihan internal, kesahihan eksternal, dan keterandalan.
- Slides: 20