ANALISIS PRIORITAS MASALAH DAN PENENTUAN ALTERNATIF PEMECAHAN Praktek

  • Slides: 42
Download presentation
ANALISIS PRIORITAS MASALAH DAN PENENTUAN ALTERNATIF PEMECAHAN Praktek Belajar Lapangan 1 Fakultas Kesehatan Masyarakat

ANALISIS PRIORITAS MASALAH DAN PENENTUAN ALTERNATIF PEMECAHAN Praktek Belajar Lapangan 1 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

Tahapan Dalam PBL 1 1. Identifikasi Masalah 2. Prioritas Masalah • Pengumpulan Data •

Tahapan Dalam PBL 1 1. Identifikasi Masalah 2. Prioritas Masalah • Pengumpulan Data • Pengolahan Data • Perumusan masalah • Teknik : Scoring & Non scoring 3. Analisis Prioritas Masalah • Pohon Masalah 4. Penentuan Alternatif • Analisis Tujuan • Analisis Strategi dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 5. Analisis Stakeholders 2

POHON PERMASALAHAN

POHON PERMASALAHAN

Analisis Pohon Permasalahan (i) Tujuan: Mengidentifikasi masalah utama dan hubungan sebab akibat utama mereka.

Analisis Pohon Permasalahan (i) Tujuan: Mengidentifikasi masalah utama dan hubungan sebab akibat utama mereka. Output/keluaran: Pohon permasalahan dengan sebab dan akibat dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 4

Analisis Pohon Permasalahan (ii) Tahapan dalam membuat pohon permasalahan 1. Identifikasi masalah utama yang

Analisis Pohon Permasalahan (ii) Tahapan dalam membuat pohon permasalahan 1. Identifikasi masalah utama yang akan dituju proyek. Masukkan masalah tersebut dalam NEGATIF. 2. Masalah KELOMPOK dengan kesamaan pokok perhatian. 3. Mengembangkan pohon permasalahan: a) Pilihlah masalah utama dari daftar dan hubungkan masalah lain dengan masalah utama tersebut. b) Jika masalahnya adalah SEBAB dari masalah utama, tempatkanlah di bawah masalah utama. c) Jika masalahnya adalah AKIBAT dari masalah utama, tempatkanlah di atas masalah utama dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 5

Analisis Pohon Permasalahan (iii) Pohon permasalahan Efek dari Masalah Utama AKIBAT Masalah Utama SEBAB

Analisis Pohon Permasalahan (iii) Pohon permasalahan Efek dari Masalah Utama AKIBAT Masalah Utama SEBAB Penyebab Masalah Utama dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 6

Analisis Pohon Permasalahan (iv) Contoh pohon permasalahan terkait dengan kecelakaan bis Kenaikan Harga pada

Analisis Pohon Permasalahan (iv) Contoh pohon permasalahan terkait dengan kecelakaan bis Kenaikan Harga pada layanan kesehatan Kerugian ekonomi pada penumpang Akibat Penumpang meninggal atau terluka Penumpang jadi terlambat Seringnya kejadian Kecelakaan bis Cara mengemudi supir yang berbahaya Kondisi Bis yang memprihatinkan Masalah utama Kondisi jalan yang jelek Sebab Kurangnya pelatihan Rekrutmen yang buruk Kurangnya perawatan bis Bis sudah tua dr. Grace E. C. Korompis, MHSM Kurangnya Pemeliharaan jalan 7

Analisis Pohon Permasalahan (v) Contoh pohon permasalahan untuk polusi air sungai Analisis Permasalahan: Polusi

Analisis Pohon Permasalahan (v) Contoh pohon permasalahan untuk polusi air sungai Analisis Permasalahan: Polusi Sungai Menurunnya pendapatan dan hasil tangkapan ikan keluarga nelayan Tingginya angka kesakitan dikarenakan kondisi air yang buruk, terutama di antara masyarakat miskin dan berusia di bawah 50 thn Terancamnya ekosistem termasuk menurunnya ketersediaan ikan Memburuknya kualitas air sungai Air limbah dari pabrik tidak memenuhi standar lingkungan Kebanyakan rumah tangga dan pabrik membuang air limbah ke sungai Banyaknya sampah yang dibuang ke sungai Pelaku polusi tidak terkontrol Masyarakat tidak menyadari bahaya membuang sampah di sungai Dinas LH tidak efektif dan terlalu berhubungan dengan kepentingan indusri Tidak adanya informasi/program edukasi Aturan yang ada tidak bisa mencegah masalah pembuangan sampah ke sungai Masalah polusi bukanlah merupakan prioritas politik 40% rumah tangga & 20% pelaku bisnis tidak mempunyai saluran pembuangan sampah Rendahnya tingkat investasi modal dan buruknya perencanaan Pemda dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 8

ANALISIS TUJUAN

ANALISIS TUJUAN

Analisis Tujuan (i) Maksud: Mendampingi analisis dan presentasi ide dan menyimpulkan situasi yang diinginkan.

Analisis Tujuan (i) Maksud: Mendampingi analisis dan presentasi ide dan menyimpulkan situasi yang diinginkan. Output/keluaran: Pohon tujuan dengan isian maksud proyek dan akhir (yang diharapkan) dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 10

Analisis Tujuan (ii) • Memindahkan pohon permasalahan menjadi pohon obyektif dengan mengganti masalah menjadi

Analisis Tujuan (ii) • Memindahkan pohon permasalahan menjadi pohon obyektif dengan mengganti masalah menjadi tujuan. • Pernyataan masalah diganti menjadi pernyataan positif. • Bagian pohon paling atas adalah akhir yang diharapkan. • Bagian yang lebih bawah adalah cara mencapai akhir. dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 11

Analisis Tujuan(iii) Tahapan dalam membuat analisis tujuan: 1. Tulis kembali semua pernyataan negatif dalam

Analisis Tujuan(iii) Tahapan dalam membuat analisis tujuan: 1. Tulis kembali semua pernyataan negatif dalam pohon permasalahan sebagai pernyataan positif dari apa yang diinginkan. 2. Periksalah hubungan antara pernyataan dan tujuan akhir untuk memastikan validitas dan kelengkapan. 3. Jika diminta tulislah pernyataan-pernyataan dan tambahkan tujuan baru (misalnya, untuk melihat apakah elemen lain diperlukan untuk dapat mencapai tingkat hirarki berikutnya). dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 12

Analisis Tujuan (iv) Analisis Pohon Permasalahan Akibat Menurunnya pendapatan Nelayan tradisional Berkurangnya Ketersediaan ikan

Analisis Tujuan (iv) Analisis Pohon Permasalahan Akibat Menurunnya pendapatan Nelayan tradisional Berkurangnya Ketersediaan ikan Harga yang didapatkan Rendah Rusaknya habitat Metode pengambilan ikan Proses pengolahan. Akses menuju pasar koral & mangrove illegal Berkualitas rendah terbatas Sebab dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 13

Analisis Tujuan (v) Pohon Analisis Tujuan Akhir Meningkatnya pendapatan Nelayan tradisional Masalah menurunnya ketersediaan

Analisis Tujuan (v) Pohon Analisis Tujuan Akhir Meningkatnya pendapatan Nelayan tradisional Masalah menurunnya ketersediaan ikan dapat ditangani Tingginya harga yang didapatkan Habitat koral & mangrove Berkurangnya insiden Meningkatnya kualitas Meningkatnya akses Dapat dikonservasi pengambilan ikan ilegal pengolahan ikan Menuju pasar Cara dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 14

Analisis Tujuan(vi) Pernyataan masalah diubah menjadi pernyataan positif Masalah Tujuan Tingginya angka kematian ibu

Analisis Tujuan(vi) Pernyataan masalah diubah menjadi pernyataan positif Masalah Tujuan Tingginya angka kematian ibu dan bayi Berkurangnya angka kematian ibu dan bayi Tingginya kejadian komplikasi akut pada bayi Berkurangnya kejadian komplikasi akut pada bayi Terlambatnya/tidak adanya diagnosa pada komplikasi kelahiran bayi Meningkatnya/diagnosis yang lebih dini pada komplikasi kelahiran bayi dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 15

Analisis Tujuan(vii) Pohon Analisis Tujuan Contoh Pohon Analisis Tujuan untuk Masalah Kecelakaan Bis Tidak

Analisis Tujuan(vii) Pohon Analisis Tujuan Contoh Pohon Analisis Tujuan untuk Masalah Kecelakaan Bis Tidak adanya kerugian ekonomi penumpang Berkurangnya biaya layanan kesehatan Akhir Mengurangi kecelakaan penumpang Keberangkatan tepat waktu Tujuan inti Mengurangi angka kecelakaan Tidak adanya kerugian ekonomi penumpang Keberangkata n tepat waktu Keberangkatan tepat waktu Tidak adanya kerugian ekonomi penumpang Keberangkat an tepat waktu Tidak adanya kerugian ekonomi penumpang Cara Keberangkatan tepat waktu dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 16

Analisis Tujuan(viii) Contoh Pohon Analisis Tujuan untuk polusi sungai Pohon Tujuan-Polusi Sungai Stabilnya atau

Analisis Tujuan(viii) Contoh Pohon Analisis Tujuan untuk polusi sungai Pohon Tujuan-Polusi Sungai Stabilnya atau meningkatnya tangkapan ikan dan pendapatan keluarga nelayan Berkurangnya kejadian Berkurangnya ancaman terhadap ekosistem sungai dan meningkatnya persediaan ikan di sungai kesakitan dikarenakan kondisi air yang buruk, terutama di antara masyarakat miskin dan berusia di bawah 50 thn Meningkatnya kualitas air sungai Berkurangnya kuantitas sampah yang dibuang ke sungai Berkurangnya jumlah rumah tangga dan pabrik yang membuang air limbah ke sungai Para pelaku polusi bisa dikontrol secara efektif Masyarakat lebih sadar bahaya membuang sampah ke sungai Lebih efektif dan lebih responsifnya dinas LH terhadap kepentingan banyak stakeholder Dibuatnya informasi/program edukasi publik Dibuatnya aturan baru yang dapat mencegah masalah pembuangan sampah ke sungai Manajemen polusi mendapatkan prioritas politik lebih tinggi Air limbah dari pabrik telah memenuhi standar lingkungan Meningkatnya % rumah tangga & pelaku bisnis yang mempunyai saluran pembuangan sampah Meningkatnya investasi modal dr. Grace E. C. Korompis, MHSM Dibuatnya perencanaan bisnis yang lebih baik, yang mencakup mekanisme pemulihan biaya 17

Analisis Tujuan(xi) Pohon analisis tujuan * Ends Akhir Tujuan Keseluruhan Maksud proyek Hasil 1.

Analisis Tujuan(xi) Pohon analisis tujuan * Ends Akhir Tujuan Keseluruhan Maksud proyek Hasil 1. 1 Hasil 1. 2 Hasil 1. 3 Hasil 2. 1 Hasil 2. 2 Kegiatan 1. 1. 1 Kegiatan 1. 1. 2 Kegiatan 1. 1. 3 Dll Kegiatan 1. 2. 1 Kegiatan 1. 2. 2 Kegiatan 1. 2. 3 Dll Kegiatan 2. 1. 1 Kegiatan 2. 1. 2 Kegiatan 2. 1. 3 Dll dr. Grace E. C. Korompis, MHSM Hasil 3. 1 Dll Means Cara 18

Pohon Analisis Tujuan(x) Hubungan antara pohon permasalahan dan pohon tujuan POHON PERMASALAHAN POHON TUJUAN

Pohon Analisis Tujuan(x) Hubungan antara pohon permasalahan dan pohon tujuan POHON PERMASALAHAN POHON TUJUAN • Masalah utama Tujuan proyek • Akibat Tujuan keseluruhan • Sebab Hasil dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 19

POHON TUJUAN PROBLEM MASALAH MAKSUD PURPOSE EFFECTS AKIBAT TUJUAN OBJECTIVES POHON PERMASALAHAN SEBAB CAUSES

POHON TUJUAN PROBLEM MASALAH MAKSUD PURPOSE EFFECTS AKIBAT TUJUAN OBJECTIVES POHON PERMASALAHAN SEBAB CAUSES RESULTS HASIL dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 20

Analisis Strategi dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 21

Analisis Strategi dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 21

Analisis Strategi (i) • Maksud dari analisis strategi adalah untuk membagi pohon tujuan menjadi

Analisis Strategi (i) • Maksud dari analisis strategi adalah untuk membagi pohon tujuan menjadi sub-unit yang lebih kecil dan lebih konsisten yang dapat membentuk inti sebuah proyek. • Setiap sub unit dari pohon tujuan dapat merepresentasikan sebuah strategi alternatif untuk proyek yang akan datang. • Tujuan proyek berfungsi untuk membentuk kerangka kerja strategi proyek. dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 22

Analisis Strategi (ii) Analisis strategi meliputi 6 tahapan utama: 1. Mengidentifikasi pendekatan berbeda dalam

Analisis Strategi (ii) Analisis strategi meliputi 6 tahapan utama: 1. Mengidentifikasi pendekatan berbeda dalam pohon tujuan 2. Mengeliminasi berbagai tujuan yang jelas tidak bisa dicapai. 3. Mengidentifikasi cabang-cabang yang sudah tercakup dalam pengembangan aktivitas lain dalam area yang sama. 4. Mengakses implikasi dari strategi yang berbeda dari stakeholder yang juga berbeda. 5. Mengakses kelayakan yang serupa pada strategi alternatif. 6. Melakukan pengecekan pilihan berdasarkan kriteria kunci. dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 23

Analisis Strategi(iv) • Apakah semua masalah yang teridentifikasi dan/atau tujuan yang dibuat, atau hanya

Analisis Strategi(iv) • Apakah semua masalah yang teridentifikasi dan/atau tujuan yang dibuat, atau hanya beberapa saja yang diambil? • Apa saja peluang positif yang dapat dikembangkan ? (mis. Dari analisis SWOT) ? • Apa saja intervensi yang bisa dilakukan untuk mencapai hasil yang diinginkan dan memastikan keberlangsungan program? • Bagaimana pemilik lokal dari proyek ini bisa mendapatkan dukungan terbaik, termasuk pengembangan kapasitas institusi lokal tsb? • Apa saja implikasi modal dan biaya yang didapat dari beberapa intervensi yang memungkinkan, dan apa yang secara realistis dapat dijangkau? • Opsi /pilihan efektif mana yang paling banyak membutuhkan biaya? • Strategi yang mana yang paling berdampak positif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat miskin atau kelompok teridentifikasi lemah lain? • Bagaimana dampak negatif lingkungan potensial bisa dimitigasi atau dihindari? dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 24

Analisis Strategi(v) • Tahap analitis adalah tahap yang paling sulit dan menantang, karena prosesnya

Analisis Strategi(v) • Tahap analitis adalah tahap yang paling sulit dan menantang, karena prosesnya meliputi proses sintesa sejumlah informasi yang signifikan kemudian membuat penilaian kompleks tentang strategi implementasi terbaik untuk dicapai. • Kompromi seringkali harus dilakukan untuk menyeimbangkan kepentingan stakeholder yang berbeda, tuntutan politis dan halangan dalam prakteknya seperti ketersediaan sumber daya. • Tugas dibuat lebih mudah jika terdapat serangkaian kriteria yang telah disetujui untuk dapat mengakses pilihan intervensi yang berbeda. Kriteria kunci untuk seleksi strategi meliputi: dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 25

Analisis Strategi (vi) • Kontribusi yang diharapkan kepada tujuan kebijakan kunci, seperti penurunan kemiskinan

Analisis Strategi (vi) • Kontribusi yang diharapkan kepada tujuan kebijakan kunci, seperti penurunan kemiskinan atau integrasi ekonomi. • Manfaat kepada kelompok target – meliputi pria dan wanita, tua dan muda, orang biasa dan berkebutuhan khusus, dll • Saling melengkapi dengan program atau proyek lain baik yang sedang berjalan maupun yang direncanakan. • Implikasi modal dan biaya operasional, dan kemampuan lokal untuk mengatasi biaya yang ada. • Manfaat secara finansial dan biaya ekonomi. • Kontribusi kepada pengembangan kapasitas institusi • Kelayakan teknis • Dampak pada lingkungan dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 26

Analisis Strategi (vii) Kriteria pemilihan strategi proyek: 1. RELEVANSI: Strategi berhubungan/relevan dengan kebutuhan stakeholder.

Analisis Strategi (vii) Kriteria pemilihan strategi proyek: 1. RELEVANSI: Strategi berhubungan/relevan dengan kebutuhan stakeholder. 2. EFEKTIVITAS: Tingkat tujuan yang lebih rendah berkontribusi kepada pencapaian tujuan proyek. 3. EFISIENSI: Efektivitas biaya strategi dalam mentransformasi cara-cara menuju hasil. 4. KONSISTEN dengan kebijakan pengembangan 5. SUSTAINABILITAS proyek 6. ASUMSI dan RESIKO dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 27

Analisis Strategi(xii) n Matriks kelayakan dapat digunakan untuk memilih strategi untuk dimasukkan dalam proyek.

Analisis Strategi(xii) n Matriks kelayakan dapat digunakan untuk memilih strategi untuk dimasukkan dalam proyek. Kriteria Strategi 1 Strategi 2 Strategi 3 Kontribusi kepada pengembangan kapasitas institusi tinggi rendah sedang Kelayakan teknis rendah tinggi sedang Implikasi biaya modal dan operasional, dan kemampuan lokal untuk memenuhi biaya. rendah sedang Penerimaan sosial tinggi Manfaat kepada kelompok target tinggi rendah Kriteria di atas HANYA sebagai contoh. Kriteria dipilih harus secara spesifik dr. Grace E. C. Korompis, MHSM dalam konteks anda. 28

Analisis Strategi(viii) • Penggunaan kriteria akan membantu menentukan apa yang harus/dapat dimasukkan dalam lingkup

Analisis Strategi(viii) • Penggunaan kriteria akan membantu menentukan apa yang harus/dapat dimasukkan dalam lingkup proyek, dan apa yang tidak bisa dimasukkan. • Strategi yang dipilih membantu memformulasikan kolom pertama dari Kerangka logis, terutama dalam hal identifikasi sasaran, tujuan dan hasil potensial dari keseluruhan proyek. dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 29

Analisis Strategi (ix) Contoh pemilihan strategi untuk polusi air sungai - –tujuan yang dipertahankan

Analisis Strategi (ix) Contoh pemilihan strategi untuk polusi air sungai - –tujuan yang dipertahankan (keluar) dan yang dibuang (masuk) Pemilihan Strategi Stabilnya /meningkatnya tangkapan & pendapatan keluarga nelayan Menurunnya ancaman terhadap ekosistem sungai dan meningkatnya persediaan ikan KELUA R STRATEGI PENANGANAN SAMPAH MASU K Berkurangnya kuantitas sampah solid yang dibuang ke sungai Pelaku polusi terkontrol secara efektif Dinas LH efektif dan lebih responsif pada kepentingan stakehilder yang lebih luas Meningkatnya kualitas air sungai Menurunnya kejadian &kesakitan yang disebabkan oleh air sungai tercemar, pada keluarga miskin & usia di bwh 50 STRATEGI PENANGANAN AIR SAMPAH Tidak, jika rumahtangga &pabrik yang membuang sampah kesungai berkurang Masy lebih sadar bahaya buang sampah sembarangan Dibuatnya program edukasi/informasi publik Dibuatnya Regulasi baru yang efektif mencegah pembuangan sampah ke sungai Manajemen polusi mendapatkan prioritas politik lebih tinggi Tujuan Keseluruhan Pengelolaan limbah air memenuhi standar lingkungan Maksud Hasil Meningkatnya % rumah tangga & bisnis yang terhubung dengan saluran pembuangan sampah Meningkatnya investasi modal dr. Grace E. C. Korompis, MHSM meningkatnya perencanaan bisnis dengan pemerintah setempat termasuk mekanisme biaya pemulihan 30

Analisis Strategi(x) Pada contoh ini, sebuah pilihan dibuat untuk memfokuskan proyek terutama pada strategi

Analisis Strategi(x) Pada contoh ini, sebuah pilihan dibuat untuk memfokuskan proyek terutama pada strategi limbah cair, berdasarkan pada (i) rencana proyek lain yang bekerjasama dengan EPA, (ii) Analisis manfaat biaya dalam mengembangkan pabrik pengolahan limbah cair dan mengimplementasikan mekanisme perbaikan biaya untuk mengembangkan jaringan saluran pembuangan kotoran, (iii) Antusiasme Pemda setempat untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam merencanakan dan menangani sistem pembuangan limbah cair, dan (iv) plafon dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 31

Analisis Strategi (xi) Contoh pemilihan strategi untuk masalah kematian ibu dan anak – proyek

Analisis Strategi (xi) Contoh pemilihan strategi untuk masalah kematian ibu dan anak – proyek akan ditujukan kepadastrategi layanan kesehatan primer dan sekunder, tetapi tidak ditujukan kepada kesadaran akan gizi, yang ditangani oleh proyek lain. Menurunnya angka kematian ibu & bayi Menurunnya angka infeksi pada bayi dan anak-anak Meningkatnya status gizi bayi dan anak-anak Meningkatnya proporsi bayi yg mendapatkan ASI Meningkatnya jumlah bayi&anak yang divaksinasi Meningkatnya pengadaan berkala makanan tinggi protein Strategi Nutrisi Menurunnya kejadian komplikasi akut pada kelahiran bayi Meningkanya diagnosa komplikasi kelahiran Menurunnya angka infeksi post-partum & neo-natal Meningkatnya Standar hygiene dan pelayanan pasien Meningkatnya angka kunjungan ibu ke puskesmas Kesediaan ibu datang ke puskesmas Meningkatnya jangkauan pelayanan puskesmas Strategi yankes Dasar dr. Grace E. C. Korompis, MHSM Tercukupinya persediaan obat -obatan Meningkatnya ketrampilan staff Strategi Yankes sekunder 32

Analisis Stakeholder dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 33

Analisis Stakeholder dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 33

Analisis Stakeholder (i) Stakeholder adalah orang-orang, kelompok, atau organisasi, komunitas, yang mempunyai kepentingan dengan

Analisis Stakeholder (i) Stakeholder adalah orang-orang, kelompok, atau organisasi, komunitas, yang mempunyai kepentingan dengan hasil proyek/program. Terdapat bermacam istilah yang membedakan berbagai tipe dari stakeholder: 1. Stakeholder (Pemangku Kepentingan) 2. Beneficiaries (penerima manfaat proyek) (a) kelompok target (b) Pihak terakhir yang menerima manfaat 3. Partner proyek dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 34

Analisis Stakeholder (ii) Tujuan: Untuk mengidentifikasi: § Kebutuhan dan kepentingan stakeholder; § Organisasi, kelompok

Analisis Stakeholder (ii) Tujuan: Untuk mengidentifikasi: § Kebutuhan dan kepentingan stakeholder; § Organisasi, kelompok yang harus disemangati untuk berpartisipasi dalam tahap yang berbeda dalam proyek tersebut; § Resiko Potensial yang mungkin beresiko bagi program; § Kesempatan dalam mengimplementasikan program; dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 35

Analisis Stakeholder (iii) Meliputi 5 tahap utama: 1. Mengidentifikasi masalah pengembangan umum yang harus

Analisis Stakeholder (iii) Meliputi 5 tahap utama: 1. Mengidentifikasi masalah pengembangan umum yang harus diselesaikan. 2. Mengidentifikasi semua stakeholder yang mempunyai kepentingan dengan masalah/hasil yang diinginkan (baik positif maupun negatif). 3. Menilai tingkat kepentingan dari masing-masing stakeholder tersebut pada permasalahan dan kapasitas mereka dalam mempengaruhi hal tersebut. 4. Mengidentifikasi konflik dan kerjasama yang mungkin terjadi di antara stakeholder yang berbeda tersebut. 5. Menggunakan perangkat yang tepat dalam menganalisa dan merepresentasikan informasi. dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 36

Analisis Stakeholder (iv) Perangkat: Matriks analisis stakeholder Tabel ini dapat diadaptasi untuk melihat memperlihatkan

Analisis Stakeholder (iv) Perangkat: Matriks analisis stakeholder Tabel ini dapat diadaptasi untuk melihat memperlihatkan karakteristik berbeda dari para stakeholder tsb. Stakeholder diletakkan pada kolom pertama. Setiap kolom di sebelahnya menerangkan posisi mereka dalam hubungannya dengan kriteria yang dimaksud. Contoh analisis stakeholder untuk kegiatan tingkat kematian ibu melahirkan. Stake holder Bagaimana terimbas oleh masalah Kapasitas dalam permasalahan Motivasi dalam menyelesaikan permasalahan(+ or -) Wanita miskin di wilayah perkotaan Beresiko saat melahirkan Terbatas karena rendahnya kualitas layanan kesehatan Tinggi+ Dukun beranak Tidak dapat mengakses layanan kesehatan formal, tetapi terlibat langsung dalam proses melahirkan Terbatas dengan pengetahuan dan sumber daya yang ada Beragam: khawatir kehilangan status/mata pencaharian, tetapi tertarik pada pengetahuan dan sumber daya baru. dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 37

Analisis Stakeholder (v) Contoh analisis stakeholder untuk polusi air sungai dan dampaknya pada pendapatan

Analisis Stakeholder (v) Contoh analisis stakeholder untuk polusi air sungai dan dampaknya pada pendapatan dan kesehatan masyarakat Stakeholder dan karakteristik dasar Kepentingan dan bagaimana terimbas dengan masalah Kapasitas dan motivasi untuk membawa perubahan Tindakan yang dimungkinkan agar dapat mengena pada kepentingan stakeholder Keluarga nelayan: 20. 000 KK, pendapatan rendah, Usaha Kelg skala kecil, dengan kerjasama informal, wanita terlibat aktif dalam proses pengolahan ikan dan penjualannya. Ø Menjaga dan mengembangkan mata pencaharian mereka Ø Polusi berpengaruh pada volume dan kualitas penangkapan ikan Ø Kesehatan keluarga terancam, terutama ibu dan anak ØSangat berkepentingan pada pengukuran pengendalian polusi ØPengaruh politis terbatas lemahnya struktur organisasi ØMendukung kapasitas mengorganisasi dan melobby. ØMengimplementasikan pengukuran kendali polusi industri ØMengidentifikasi dan mengembangkan sumber pendapatan alternatif bagi wanita dan pria. Industri X: Operasi industri skala besar, aturan tidak jelas, tidak ada organisasi buruh, kelompok lobby berpengaruh, catatan lingkungannya buruk Ø Menjaga/mengembangkan laba Ø Khawatir tentang citra publik Ø Mengkhawatirkan biaya jika aturan lingkungan ditegakkan ØMemiliki sumberdaya teknis dan finansial untuk melakukan teknologi baru yang lebih bersih ØKurangnya motivasi untuk berubah ØMeningkatkan kesadaran mereka akan dampak sosial dan lingkungan ØMemobilisasi tekanan politik untuk mempengaruhi prilaku industri ØMemperkuat dan menegakkan aturan tentang lingkungan Rumah tangga: 1. 500. 000 rumah tangga membuang sampah dan limbah ke sungai, yang airnya mereka minum dan ikan yang ada di dalamnya mereka konsumsi Ø Sadar akan polusi ØPemahaman terbatas ttg industri dan dampaknya dampak sampah/limbah bagi kepada kualitas air kesehatan mereka Ø Ingin membuang sampah ØBerpotensi besar melobi jauh-jauh dari rumah pemerintah secara lebih efektif Ø Menginginkan akses ØTerlihat bersedia mengeluarkan terhadap air bersih uang, jika ada layanan dr. Grace E. C. manajemen Korompis, MHSM sampah yang lebih baik. ØMeningkatkan kesadaran rumah tangga akan cara pembuangan sampah yang salah. ØBekerjasama dengan masyarakat dan Pemda setempat untuk 38 air menyelesaikan masalah dan sanitasi

Analisis Stakeholder (vi) SWOT Matriks – Matriks ini digunakan untuk membantu menganalisa kelebihan dan

Analisis Stakeholder (vi) SWOT Matriks – Matriks ini digunakan untuk membantu menganalisa kelebihan dan kekurangan internal dalam suatu perkembangan situasi atau sebuah organisasi. Contoh analisis stakeholder untuk polusi air sungai dengan menganalisa kapasitas kerjasama dalam perikanan, untuk merepresentasikan kepentingan anggota dan menangani perubahan Strength /Kekuatan Weakness/Kekurangan • Berbasis pada akar rumput dan keanggotaan cukup luas • Fokus pada perhatian utama dari kelompok yang relatif homogen • Pria dan wanita terrepresentasikan • Menyediakan fasilitas kredit dasar skala kecil • Terbatasnya kapasitas melobbi dan kemampuan manajemen lingkungan • Tidak adanya aturan formal dan tidak jelasnya status hukum • Hubungan yang lemah dengan organisasi lain • Ketidaksetujuan internal pada usaha membatasi pengambilan ikan sebagai respon pada berkurangnya persediaan ikan Opportunities/Peluang Threats/ancaman • Meningkatnya perhatian publik/politik terhadap • Pengaruh politis pada kelompok pelobi industri yang dampak pembuangan sampah yang tak terkendali berlawanan dengan hukum proteksi lingkungan yang terhadap kesehatan lebih ketat • Peraturan Pemerintah yang baru sebagai persiapan • Legislasi baru ttg proteksi lingkungan dapat berdampak pada proteksi lingkungan-yang berfokus terutama pada akses daerah pengambilan ikan dan metode memberikan denda pada pelaku polusi pengambilan ikan yang bisa dilaksanakan. • Sungai mempunyai potensi besar dalam penyediaan konsumsi lokal dan penjualan. • Adanya pasar baru untuk ikan dan hasil olahannya karena semakin membaiknya infrastruktur transportasi menuju kota-kota terdekat dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 39

Analisis Stakeholder (vii) Diagram Venn Diagram ini menggunakan serangkaian lingkaran untuk memperlihatkan hubungan antara

Analisis Stakeholder (vii) Diagram Venn Diagram ini menggunakan serangkaian lingkaran untuk memperlihatkan hubungan antara variabel kegiatan yang berbeda, misalnya kelompok stakeholder. Ukuran lingkaran memperlihatkan kekuatan atau pengaruh relatif dari kelompok tersebut dan pembagian spasialnya memperlihatkan hubungan pekerjaan di antara mereka. Diagram Venn dapat digunakan pada latihan PRA (Participatory Rapid Appraisal) untuk membantu stakeholder dalam memvisualisasikan hubungan dan peran mereka. dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 40

Analisis Stakeholder (viii) Contoh Diagram Venn analisis hubungan stakeholder dari perspektif keluarga nelayan Diagram

Analisis Stakeholder (viii) Contoh Diagram Venn analisis hubungan stakeholder dari perspektif keluarga nelayan Diagram venn dari hubungan stakeholder dari perspektif keluarga nelayan Pemda setempatpelayanan kesehatan dan sanitasi Departemen Lingkungan Hidup Departemen perikanan Koperasi Nelayan Pedagang Ikan Industri X Keluarga Nelayan R rumah tangga Perkotaan – Sebagai konsumen Analisis Awal : Industri X sangat berpengaruh tapi jaraknya jauh. EPA berjarak dan terhubung kuat dengan kepentingan industri. Koperasi nelayan merepresentasikan kepentingan nelayan dan kedekatan dengan pedagang. Departemen Perikanan tidak terlalu berpengaruh. Diagram Venn juga dapat digunakan untuk menganalisa dan menggarisbawahi dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 41 konflik potensial antara kelompok yang berbeda.

Selamat Ber-PBL dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 42

Selamat Ber-PBL dr. Grace E. C. Korompis, MHSM 42