ANALISA GAS DARAH HCO 3 DAN BASE EXCESS
ANALISA GAS DARAH (HCO 3 DAN BASE EXCESS) DISUSUN OLEH Nugrahaeni Cahya Ningtiyas (P 1337434114043) Maulida Aditya T. W (P 1337434114051) Suha Aulia (P 1337434114061) Devi Ismi Pitaloka (P 1337434114072) REGULER B SEMESTER V
DEFINISI ANALISA GAS DARAH Analisa Gas Darah adalah suatu pemeriksaan melalui darah arteri dengan tujuan mengetahui keseimbangan asam dan basa dalam tubuh, mengetahui kadar oksigen dalam tubuh dan mengetahui kadar karbondioksida dalam tubuh. Pemeriksaan gas darah arteri dan p. H sudah secara luas digunakan sebagai pegangan dalam penatalaksanaan pasien penyakit berat yang akut dan menahun.
KOMPONEN-KOMPONEN EVALUASI ANALISA GAS DARAH 1. p. H darah mewakili seluruh keseimbangan asam (asidosis) dan basa (alkalosis) yang diproses di dalam tubuh. 2. Tekanan parsial oksigen (PO 2) Merupakan tekanan parsial O 2 dalam darah. 3. Tekanan parsial karbondioksida (PCO 2) PCO 2 menyediakan informasi mengenai ventilasi atau komponen respirasi dalam keseimbangan asam basa. 4. Saturasi oksigen (SO 2) Oksigenasi (3 dan 4) harus tetap diperiksa pada pasien berpenyakit kritis, meskipun tidak secara langsung mempengaruhi keseimbangan asam basa
LANJUTAN…. 5. Konsentrasi bikarbonat (HCO 3 -) Nilai rujukan untuk HCO 3 - adalah 22– 28 mmol/L (arteri). yang kurang dari normal, dapat mengindikasikan Nilai asidosis metabolik sedangkan jika nilainya lebih besar mengindikasikan alkalosis metabolik 6. BE (base excesses/kelebihan basa) Merupakan konsentrasi basa yang dapat tertitrasi pada suatu larutan untuk mencapai p. H 7. 40 pada tekanan CO 2 (p. CO 2 ) 40 mm. Hg.
KESEIMBANGAN ASAM BASA Derajat keasaman merupakan suatu sifat kimia yang penting dari darah dan cairan tubuh lainnya. Derajat keasaman adalah p. H, dimana p. H 7, 0 adalah netral, p. H>7, 0 adalah basa/alkali dan p. H dibawah 7, 0 adalah asam. Darah memiliki p. H antara 7, 35 -7, 45. Keseimbangan asam basa darah dikendalikan secara seksama karena perubahan p. H yang sangat kecilpun dapat memberikan efek yang serius terhadap beberapa organ.
KLASIFIKASI GANGGUAN ASAM BASA 1. Asidosis Adalah keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung asam atau terlalu sedikir mengandung basa dan sering menyebabkan menurunnya p. H darah. 2. Alkalosis Adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung basa atau terlalu sedikit mengandung asam dan kadang menyebabkan meningkatnya p. H darah. Asidosis dan alkalosis BUKAN MERUPAKAN SUATU PENYAKIT, tetapi lebih merupakan suatu akibat dari sejumlah penyakit. Terjadinya asidosis dan alkalosis masalah metabolisme yang serius. merupakan petunjuk dari adanya
ACIDOSIS ALKALIOSIS
KLASIFIKASI GANGGUAN ASAM BASA
TRANSPORT GAS DALAM DARAH Transport gas didalam darah mencakup pembuangan karbon dioksida dari selain penghantar oksigen ke sel, dan hemoglobin juga memainkan peran penting dalam pengangkutan CO 2. Karbon dioksida merupakan produk samping pada respirasi selular. CO 2 lebih mudah larut pada cairan tubuh dibandingkan dengan oksigen tetapi sel membentuk CO 2 yang jauh lebih banyak daripada jumlah yang larut dalam plasma. Hanya sekitar 7% CO 2 yang diangkut dalam bentuk terlarut oleh darah vena. Sisanya (93%) berdifusi kedalam sel darah merah, 70% dikonversi menjadi ion bikarbonat dan 23% berikatan dengan hemoglobin (Hb. CO 2 ). sebagian besar co 2 didalam darah telah dikonversi menjadi ion bikarbonat, ( HCO 3 - )
LANJUTAN…
LANJUTAN… CO 2 dan Ion Bikarbonat seperti yang telah dibahas diatas, sekitar 70% CO 2 yang memasuki darah di transport ke paru-paru sebagai ion bikarbonat (HCO 3 - ) yang terlarut dalam plasma. Konversi CO 2 menjadi HCO 3 - mempunyai tujuan yaitu : § Merupakan cara transport CO 2 tambahan dari sel ke paru. § HCO 3 - tersedia untuk bekerja sebagai dapar bagi asam metabolic, dengan demikian membantu menstabilkan p. H darah.
INDIKASI ANALISA GAS DARAH Indikasi dilakukannya pemeriksaan analisa gas darah yaitu : pasien dengan penyakit obstruksi paru kronik pasien dengan edema pulmonary pasien akut respiratori distress sindrom (ards) infark miokard pneumonia pasien syok post pembedahan coronary arteri baypass resusitasi cardiac arrest
KONTRA INDIKASI ANALISA GAS DARAH Denyut arteri tidak terasa, pada pasien yang mengalami koma Modifikasi Allen tes negatif Selulitis atau adanya infeksi terbuka atau penyakit pembuluh darah perifer pada tempat yang akan diperiksa Adanya koagulopati (gangguan pembekuan) atau pengobatan denganantikoagulan dosis kontraindikasi relatif. sedang dan tinggi merupakan
PEMERIKSAAN BGA Analisa Gas Darah ( AGD ) atau yang disebut dengan Arterial Blood Gas (ABG) analysis atau Blood Gas Analisa (BGA) adalah sebuah pemeriksaan atau tes yang mengukur jumlah oksigen dan karbondioksida dalam darah, dan keasaman (p. H) dalam darah. 1. Pra-Analitik 2. Analitik 3. Pasca Analitik
PRA ANALITIK (PERSIAPAN ALAT) ALAT : 1. Spuit Disposable 2. 5 cc 2. Antikoagulan Heparin / Lithium Heparin 3. Perlak/ alas 4. Kapas alkohol 5. Bak spuit 6. Bengkok 7. Penutup udara dari karet 8. Wadah berisi es (baskom atau termos es) 9. Beri label untuk menulis status klinis pasien yang meliputi : nama, tanggal dan waktu, apakah menerima O 2 , bila ya berapa liter dan dengan rute apa
PRA ANALITIK (PERSIAPAN SPESIMEN) SP ESIMEN : darah arteri Ciri-ciri d arah arte ri : teraba denyutan, lokasi tusu kan lebih dalam, warna darah leb ih terang dan darah akan mengalir sendiri ke dalam semp rit LO KASI PENGAMBILAN a. Radial Artery (RA) / Ar teri Radialis b. Bra chial Arte ry / Arte ri Brachialis c. Femoral Arte ry / Arte ri Femoralis d. Pa da bayi : Arteri kulit kepala dan arteri tali pu sat. e. Pa da orang dewasa : Arteri dorsalis pedis. - Jangan gunakan arteri femoralis atau jika masih ada alternative lain karena tidak memiliki sirkulasi kolateral cukup untuk mengatasi bila terjadi spasme atau thrombosis. - Sedangkan arteri temporalis atau axillaris sebaiknya tidak digunakan ada resiko emboli ke otak.
ANALITIK Sampel darah arteri diperiksa dengan menggunakan alat BGA. Sampel : darah arteri Antikoagulan : heparin
PASCA ANALITIK Langkah-langkah yang dianjurkan untuk mengevaluasi nilai gas darah arteri adalah sebagai berikut : 1. Evaluasi p. H = 7, 4 = normal, p. H <7, 35 = asidosis, p. H >7, 45 = alkalosis p. H normal : menunjukkan gas darah yang benar-benar normal atau suatu indikasi ketidakseimbangan yang terkompensasi. Ketidakseimbangan yang terkompensasi adalah suatu memperbiki ketidakseimbang p. H baik dengan dimana perubahan tubuh mampu respiratorik maupun metabolik (tergantung pada masalah utama).
LANJUTAN… 2. Menentukan penyebab primer gangguan dengan mengevaluasi Pa. CO 2 dan HCO 3 yang hubungannya dengan p. H >7, 4 = alkalosis Jika : - Pa. CO 2< 40 mm. Hg : alkalosis respiratorik situasi ini timbul jika pasien mengalami hiperventilasi dan lebih banyak CO 2 yang dikeluarkan - HCO 3 >24 m. Eq/L : alkalosis metabolik situasi ini timbul jika tubuh memperoleh terlalu banyak bikarbonat, suatu substansi alkali, atau bagian alkali dari sistem buffer asam karbonik bikarbonat
LANJUTAN… p. H <7, 4 = asidosis Jika : - Pa. CO 2 >40 mm. Hg : asidosis respiratorik situasi ini timbul jika pasien mengalami hipoventilasi dan karenanya menahan terlalu banyak CO 2 - HCO 3 <24 m. Eq/L : asidosis metabolik situasi ini timbul jika kadar bikarbonat dalam tubuh turun, baik karena kehilangan langsung bikarbonat atau karena penambahan asam seperti asam laktat atau keton
LAJUTAN… 3. Menentukan apakah kompensasi telah terjadi Hal ini dengan melihat nilai selain gangguan primer. Jika nilai ini bergerak kearah yang sama dengan nilai primer, kompensasi sedang berjalan.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMERIKSAAN AGD Gelembung udara Tekanan oksigen udara adalah 158 mm. Hg. Jika terdapat udara dalam sampel darah maka ia cenderung menyamakan tekanan sehingga bila tekanan oksigen sampel darah kurang dari 158 mm. Hg, maka hasilnya akan meningkat. Antikoagulan dapat mendilusi konsentrasi gas darah dalam tabung. Pemberian heparin yang berlebihan akan menurunkan tekanan CO 2, sedangkan p. H tidak terpengaruh karena efek penurunan CO 2 terhadap p. H dihambat oleh keasaman heparin.
LANJUTAN… Metabolisme Sampel darah masih merupakan jaringan yang hidup. Sebagai jaringan hidup, ia membutuhkan oksigen dan menghasilkan CO 2. Oleh karena itu, sebaiknya sampel diperiksa dalam 20 menit setelah pengambilan. Jika sampel tidak langsung diperiksa, dapat disimpan dalam kamar pendingin beberapa jam. Suhu Ada hubungan langsung antara suhu dan tekanan yang menyebabkan tingginya PO 2 dan PCO 2. Nilai p. H akan mengikuti perubahan PCO 2. Nilai p. H darah yang abnormal disebut asidosis atau alkalosis sedangkan nilai PCO 2 yang abnormal terjadi pada keadaan hipo atau hiperventilasi. Hubungan antara tekanan dan saturasi merupakan faktor yang penting pada nilai oksigenasi darah. oksigen
DAFTAR PUSTAKA • Afri (2009). Analisa Gas Darah. Diambil dari http: //www. scribd. com//. 6 Oktober 2012 • Joyce Le. Fever Kee. 2007. Pedoman Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik, Edisi 6. Jakarta : EGC • Pratiwi Anggi (2010). Pemeriksaan Gas Darah Arteri (Analisa Gas Darah). Diambil dari http: //www. scribd. com//. 6 Oktober 2012 • Yusuf Muhammad (2009). Pemeriksaan Analisa Gas Darah (ASTRUP). Diambil darihttp: //ysupazmy. blogspot. com//. 6 Oktober 2012 • Silviana (2005). IMA (Infark Miokard Akuta). Diambil dari http: //www. scribd. com//. 6 Oktober 2012 • Laboratorium Patologi Klinik FK-UGM. 1995. Tuntunan Praktikum Hematologi, Bagian Patologi Klinik FK-UGM. Yogyakarta : FK-UGM
R. Gandasoebrata. 1992. Penuntun Laboratorium Klinik. Bandung : Dian Rakyat http: //nurulbutterfly. blogspot. com/2013/06/analisa-gasdarah-agd. html http: //ankes 28 poltekkesbandung. blogspot. com/2013/10/blo od-gas-analyzer. html https: //www. scribd. com/doc/75288842/Analisa-Gas-Darah. Agd Widjijati (2010). Analisa Gas Darah Arteri. Diambil dari http: //www. scribd. com//. 6 Oktober 2012 Surahman, Pengaruh Cardiopulmonar Bypass Terhadap Jumlah Leukosit Pada Operasi Coronary Artery Bypass Graft, Jurnal Kedokteran, Mei 2010, Universita Diponegoro
TERIMAKASIH
- Slides: 27