AMARILIS Hippeastrum spp AMARILIS Hippeastrum spp n n

  • Slides: 10
Download presentation
AMARILIS (Hippeastrum spp)

AMARILIS (Hippeastrum spp)

AMARILIS (Hippeastrum spp) n n n n Amarilis Tanaman herba berumbi Famili Amarylidaceae Ordo

AMARILIS (Hippeastrum spp) n n n n Amarilis Tanaman herba berumbi Famili Amarylidaceae Ordo Liliflorae Daunnya besar panjang Daun keluar setelah berbunga Bunganya berbentuk terompet Warna merah, merah putih Satu tangkai bunga terdiri dari 2 -3 kuntum bunga Bunga terbentuk setelah umbi ditanam sebelum daunnya tumbuh

Umbi terdiri dari sejumlah sisik yang menutupi tunas secara rapat n Sisik luar →

Umbi terdiri dari sejumlah sisik yang menutupi tunas secara rapat n Sisik luar → kering mati n Sisik dalam → hidup → terdapat cadangan makanan karbohidrat, protein, dan lemak n Umbi mengalami masa dormansi yang panjang n Syarat tumbuh : n Tanaman terbuka (sinar matahari penuh) n Suhu yang baik 18 -25 °C → siang 15 -20 °C → malam n Tanah subur, gembur, bahan organik tinggi n p. H yang baik 6 -7 n Campuran media tanah : kompos → 4 : 1

n n n Penyiraman pada awal pertumbuhan agak sering Setelah umur 1 bulan mulai

n n n Penyiraman pada awal pertumbuhan agak sering Setelah umur 1 bulan mulai dikurangi (pembungaan akan berakhir) Perangsangan pembungaan Faktor yang mempengaruhi pembungaan n Tingkat kematangan umbi n Proses pembentukan daun n Lingkungan Cara-cara yang banyak dilakukan untuk induksi pembungaan adalah : n Perlakuan fisik → vernalisasi n Perlakuan kimia → menggunakan ZPT

Vernalisasi adalah perlakuan suhu rendah selama periode tertentu untuk mengaktifkan pembungaan pada tanaman berumbi

Vernalisasi adalah perlakuan suhu rendah selama periode tertentu untuk mengaktifkan pembungaan pada tanaman berumbi yang mengalami masa dormansi n n Untuk Amarilis, vernalisasi dilakukan selama 6 minggu → 4 -5 °C Kandungan protein pada sisik ↑ Hormon-hormon tertentu seperti auksin ↑ GA ↑ ∑ bunga tetap → cenderung tahan suhu ↑

n n n Penggunaan Asam Giberelin (GA) → Memecahkan dormansi → Tangkai bunga ↓

n n n Penggunaan Asam Giberelin (GA) → Memecahkan dormansi → Tangkai bunga ↓ Faktor yang mempengaruhi : Jenis GA → GA 3 ; GA 4 + GA 7 Konsentrasi → + 100 ppm, 6 jam Lingkungan tumbuh Spesies tanaman Pemberian GA dapat juga dilakukan untuk stimulasi pertumbuhan daun pada umur 7 -9 minggu setelah tanam 400 ppm 24 jam → pada umbi → jumlah daun ↑ → akar terhambat

Pemberian KNO 3 → 13 % N 44 % K 2 O → Kalium

Pemberian KNO 3 → 13 % N 44 % K 2 O → Kalium → kofaktor dalam fotosintesis → Stimulasi penyimpanan karbohidrat << Kalium → penundaan pembungaan, jumlah bunga yang terbentuk berkurang

Pada Amarilis n Kalium → meningkatkan jumlah daun, presentasi tanaman berbunga n 20 %

Pada Amarilis n Kalium → meningkatkan jumlah daun, presentasi tanaman berbunga n 20 % N + 40 % K 2 O → ukuran umbi besar, jumlah daun banyak n Konsentrasi KNO 3 yang baik 10 ppm, terlalu tinggi konsentrasi → perombakan karbohidrat sangat cepat → aktifitas menurun Pengaruh kalium pada bunga Amarilis → Jumlah kuncup yang mekar → Panjang tangkai bunga

Pengaruh ukuran umbi n n Ukuran umbi → makin besar → bunga makin banyak

Pengaruh ukuran umbi n n Ukuran umbi → makin besar → bunga makin banyak keliling umbi Amarilis yang baik 25 cm → cadangan karbohidrat, protein lebih banyak → energi banyak Besarnya umbi → menonjolkan tingkat kematangan umbi tersebut

n n Pada saat umbi ditanam akar tidak langsung tumbuh Stimulasi pembungaan dari cadangan

n n Pada saat umbi ditanam akar tidak langsung tumbuh Stimulasi pembungaan dari cadangan makanan yang mengalami perombakan → energi Dapat berbunga tanpa media Umbi dibungkus aluminium foil sekalipun ditempatkan di dalam ruang → Kematangan umbi → Vernalisasi + GA