Akuntansi Terhadap Piutang Akuntansi Keuangan Menengah 1 Dosen















- Slides: 15
Akuntansi Terhadap Piutang Akuntansi Keuangan Menengah 1 Dosen : Nadya Chaerunnisa, SE. , MM.
Piutang adalah klaim perusahaan atas uang, barang, atau jasa kepada pelanggan atau pihak lain akibat transaksi masa lalu. Biasanya tagihannya tidak disertai dengan janji tertulis (lisan). Piutang dalam Perusahaan diklasifikasikan ke dalam 2 kelompok : a) Piutang Dagang (Account Receivable), piutang yang timbul dari penjualan barang / jasa yang dihasilkan perusahaan. Biasanya akan dilunasi dalam tempo < 1 tahun, oleh karena itu dikelompokkan ke dalam item Aktiva Lancar. b) Piutang Non Usaha, piutang yang timbul bukan sebagai akibat dari penjualan barang / jasa, bisa berupa uang muka kepada karyawan, piutang dividen, dll. Dikarenakan Piutang tidak disertai dokumen Pelanggan janji membayar, maka Piutang sangat riskan terhadap kemungkinan tidak membayar dikarenakan berbagai hal. Oleh karena itu, hal-hal yang harus diperhatikan sbb : 1. Character, sifat dasar si debitur. 2. Criteria, termasuk golongan pelanggan tetap atau bukan, termasuk pelanggan kecil atau besar, perusahaan pelanggan tersebut sehat atau tidak. 3. Commitment, tanggung jawab si debitur, apakah pernah terjadi gagal bayar. 4. Credibility, periksa bagian Capital-modal & Capacitykemampuan debitur dalam memenuhi kewajibannya 5. Credit Amount, diberikan batas maksimum sesuai kesanggupannya 2
Pengakuan Piutang Usaha Dalam sebagian besar transaksi piutang, jumlah yang harus diakui adalah harga pertukaran di antara kedua belah pihak. Harga pertukaran (exchange price) adalah jumlah yang terhutang dari debitor. 1. Diskon Dagang : pelanggan seringkali mengutip harga berdasarkan daftar harga yang menyediakan diskon dagang atau kuantitas. Diskon dagang biasanya dikutip sebagai suatu persentase. Praktek umum yang terjadi adalah mengurangi diskon dagang dari daftar harga dan kemudian menagih harga bersihnya. 2. Diskon Tunai : diberikan sebagai perangsang agar pembeli melakukan pembayarab secepatnya. Syarat Pembayaran : 1. n/60 : debitur sudah harus membayar harga faktur paling lambat 60 hari setelah tanggal dibuatnya faktur. 2. 2/10, n/60 : debitur mendapat potongan tunai sebesar 2% bila harga faktur dibayar dalam waktu 10 hari setelah tanggal faktur dibuat, dan debitur sudah harus membayar harga faktur palinng lambat 60 hari setelah tanggal dibuatnya faktur. 3. n/EOM, debitur harus sudah membayar harga faktur paling lambat pada akhir bulan dibuatnya faktur. 4. n/10 prox, batas akhir pembayaran faktur adalah 10 hari setelah berakhirnya bulan dibuatnya faktur. 3
Ayat Jurnal antara Metode Kotor v. s Metode Bersih Metode Kotor Piutang Usaha Penjualan Metode Bersih Penjualan senilai Rp 10. 000, 2/10, n/30 : 10. 000 Piutang Usaha 10. 000 Penjualan 9. 800 Pembayaran Rp 4. 000 diterima dalam periode diskon : Kas 3. 920 Diskon Penjualan 80 Piutang Usaha 4. 000 Pembayaran sebesar Rp 6. 000 diterima setelah periode diskon : Kas 6. 000 Piutang Usaha 120 Piutang Usaha 6. 000 Diskon Penjualan yang Hilang Kas 6. 000 Piutang Usaha 3. 920 120 6. 000 4
Piutang Tak Tertagih Penjualan atas dasar selain penjualan tunai berisiko menimbulkan kegagalan untuk menagih piutang. Masalah terberat dalam mencatat piutang tak tertagih adalah menentukan waktu pencatataan kerugian itu. Dua prosedur umum yang digunakan : 1. Metode Penghapusan Langsung (direct write-off method). Tidak ada ayat jurnal yang dibuat sampai suatu akun khusus telah ditetapkan secara pasti sebagai tidak tertagih. Lalu kerugian itu dicatat Kredit-Piutang Usaha dan Debet-Beban Piutang tak Tertagih. 2. Metode Penyisihan (allowance method). Suatu estimasi dibuat menyangkut perkiraan piutang tak tertagih dari semua penjualan kredit atau dari total piutang yang beredar. Estimasi ini dicatat sebagai beban dan oengurang tidak langsung terhadap piutang usaha melalui kenaikan akun penyisihan dalam periode di mana penjualan itu dicatat. 5
Metode Penghapusan Langsung Metode Penghapusan Tidak Langsung 31 Desember 2014 Dari saldo piutang diperkirakan piutang yang mungkin tidak dapat ditagih sebesar Rp 1. 750. 000 - Jurnal Penyesuaian : Kerugian penghapusan piutang 1. 750. 000 Cadangan penghapusan piutang 1. 750. 000 15 Februari 2015 Piutang kepada Tn. Rudi Rp 600. 000 harus dihapuskan karena telah dinyatakan pailit oleh Pengadilan. Jurnal : Kerugian penghapusan piutang 600. 000 Piutang dagang 600. 000 Jurnal : Cadangan penghapusan piutang 600. 000 Piutang dagang 600. 000 Pada suatu saat mungkin saja Tn. Rudi menyatakan sanggup membayar hutangnya kepada perusahaan, pernyataan Tn. Rudi ini mungkin terjadi dalam periode yang sama dengan periode dihapuskannya piutang tersebut (sebelum tutup buku) atau mungkin setelah tutup buku. 6
Misal : dinyatakan sanggup sebelum tutup buku Metode Penghapusan Langsung Metode Penghapusan Tidak Langsung Tanggal 26 Juni 2015 Tn. Rudi menyatakan membayar hutangnya yang telah dihapuskan oleh perusahaan pada tanggal 26 Juli 2015. Jurnal : Piutang dagang 600. 000 Kerugian penghapusan piutang 600. 000 Jurnal : Piutang dagang 600. 000 Cadangan penghapusan piutang 600. 000 Misal : dinyatakan sanggup setelah tutup buku Metode Penghapusan Langsung Metode Penghapusan Tidak Langsung Tanggal 26 Januari 2016 Tn. Rudi menyatakan membayar hutangnya yang telah dihapuskan oleh perusahaan pada tanggal 26 Juli 2015 Jurnal : Piutang dagang 600. 000 Pendapatan dari piutang diketemukan kembali 600. 000 Jurnal : Piutang dagang 600. 000 Cadangan penghapusan piutang 600. 000 7
Wesel & Promes Akuntansi Keuangan Menengah 1 Dosen : Nadya Chaerunnisa, SE. , MM.
Piutang Wesel atau Wesel Tagih atau Notes Receivable Merupakan tagihan atau piutang yang dinyatakan secara tertulis dalam bentuk surat perintah membayar (wesel/ bill of exchange) atau surat kesanggupan membayar (promes/ negotiable promisory notes) Unsur-unsur dalam wesel tagih : 1. Promes : Perjanjian tertulis dari debitur yang menyatakan ia akan membayar sejumlah uang pada tanggal tertentu 2. Pinjaman Pokok : Jumlah yang dipinjamkan oleh penerbit wesel tagih 3. Bunga : Pendapatan yang diterima karena meminjamkan uang 4. Periode Bunga : Periode dimana bunga diperhitungkan 5. Tingkat Bunga : Suatu persentase yang akan dikalikan dengan jumlah pokok untuk menghitung jumlah bunga dari wesel itu 6. Tanggal Jatuh Tempo : Tanggal dimana pembayaran terakhir harus dilakukan 7. Nilai Jatuh Tempo : Jumlah dari pinjaman pokok dan bunga pada saat jatuh tempo Pengklasifikasian Wesel : 1. Berdasarkan masa jatuh tempo : wesel tagih jangka pendek & jangka panjang 2. Berdasarkan bunga : wesel tagih tanpa bunga & berbunga 3. Berdasarkan diskonto : wesel tagih tidak didiskontokan & dapat didiskontokan 9
Piutang wesel dapat timbul bersamaan dengan terjadinya penjualan barang/ jasa. Atau bisa dari mutasi piutang usaha menjadi wesel tagih. Contoh : Tanggal 4 April 2015 dijual barang dagangan kepada Tn. Candra seharga Rp 7. 500. 000 dengan diterima sebuah wesel 60 harian. Jurnalnya ialah : Wesel tagih Penjualan 7. 500. 000 Contoh : Tanggal 6 April 2015 dijual barang kepada Tn. Rudy dengan nilai faktur Rp 7. 500. 000, syarat pembayaran 2/10. n/60. Jurnalnya ialah : Piutang dagang 7. 500. 000 Penjualan 7. 500. 000 Contoh : Tanggal 10 April 2015 diterima oleh Tn. Rudy wesel berbunga 10% per tahun atas piutang dagang yang timbul dari penjualan kepadanya tanggal 6 April yang lalu. Jurnal ialah : Wesel tagih 7. 500. 000 Piutang dagang 7. 500. 000 Keterangan : bunga wesel tidak diperhitungkan pada saat dibuatnya wesel, tetapi diperhitungkan pada nilai tunai wesel pada tanggal jatuh temponya. 10
Jatuh Tempo Wesel Contoh : Tanggal 3 Juni 2015 diterima hasil penagihan kepada Tn. Candra wesel tanpa bunga yang jatuh tempo hari ini sebesar Rp 7. 500. 000. Maka jurnal hasil penagihan wesel ialah : Kas Wesel tagih 7. 500. 000 Contoh : Tanggal 9 Juni 2015 Tn. Rudy tidak dapat membayar wesel yang jatuh tempo hari ini, untuk itu Tn. Rudy setuju untuk menerima sebuah wesel baru dengan bunga 10% per tahun, 60 harian, senilai dengan nilai tunai wesel yang telah jatuh tempo. Maka jurnal yang harus dicatat ialah : Wesel tagih baru Wesel tagih lama Pendapatan bunga 7. 625. 000 7. 500. 000 125. 000* *) 10% x 60/360 x Rp 7. 500. 000 11
Perhitungan Bunga atas Wesel Tagih Rumus menghitung bunga : Pinjaman Pokok x Tingkat Bunga x Waktu Jika dinyatakan dalam bulanan : Pinjaman Pokok x Tingkat Bunga x (a/12) Jika dinyatakan dalam harian : Pinjaman Pokok x Tingkat Bunga x (a/360) *a : Jumlah bulan atau hari Pencatatan Wesel Tagih Contoh : Tanggal 30/9/2015 PT. Gajah Mada mengeluarkan wesel tagih. Nilai weselnya adalah Rp 1. 000, - dengan tingkat bunga 9% tiap tahun selama 1 tahun. Berapa jumlah bunga yang harus dibayar dan bagaimana jurnalnya? Perhitungan bunga : 1. 000 x 9% x 1 tahun = 90. 000 Jurnal : 30/9/15 Wesel Tagih Kas (Mencatat pinjaman) 1. 000 30/9/16 Kas 1. 090. 000 Wesel Tagih 1. 000 Pendapatan Bunga 90. 000 (Mencatat penagihan jatuh tempo) 12
Pendiskontoan Wesel Adalah menjual wesel tagih sebelum tanggal jatuh tempo, dan orang yang menjual wesel tagih tersebut akan menerima uang yang lebih kecil dari yang akan diterimanya saat jatuh tempo. Diskonto = %diskonto x periode diskonto x nilai tunai wesel Dalam perhitungan diskonto, periode diskonto dihitung berdasarkan ketentuan sbb : 1. Umur bulan ditetapkan menurut umur yang sebenarnya dan 1 tahun ditetapkan 360 hari 2. Periode diskonto dihitung mulai tanggal pendiskontoan wesel tagih sampai dengan tanggal jatuh temponya. Artinya tanggal pendiskontoan tidak ikut dihitung, sedangkan tanggal jatuh temponya ikut dihitung. Menentukan Tanggal Jatuh Tempo & Periode Diskonto Contoh : suatu wesel tanggal 2 Mei 2015 yang memiliki jangka waktu 60 hari telah didiskontokan pada tanggal 25 Mei 2015, penghitungan untuk menentukan tanggal jatuh tempo wesel tersebut dan periode diskontonya adalah sbb : Umur wesel Mei = 31 – 2 Juni Juli = 60 hari = 29 hari = 31 hari = 30 hari = 1 hari Jadi, tanggal jatuh tempo wesel tersebut adalah 1 Juli 2015. 13
Periode pendiskontoan mulai tanggal 25 Mei 2015 sampai dengan 1 Juli 2015. Mei = 31 – 25 Juni Juli Jumlah periode diskonto = 6 hari = 30 hari = 1 hari + = 37 hari 1. Pendiskontoan Wesel Tanpa Bunga Tanggal 25 Mei 2015 PT. Kharisma mendiskontokan wesel tagih atas PT. Alex ter tanggal 2 Mei 2015, nominal wesel Rp 5. 000, umur wesel 60 hari kepada Bank Niagara dengan diberikan diskonto sebesar 12% per tahun. ~ Periode diskonto 37 hari (hitungan sama dengan contoh di atas) ~ Penghitungan diskonto wesel tersebut : Nominal wesel tagih = Rp 5. 000 Bunga wesel = Rp 0 + Nilai tunai wesel tagih = Rp 5. 000 Diskonto 12% x (37/360) x 5 juta = Rp 61. 666, 67 Hasil pendiskontoan wesel tagih = Rp 4. 938. 333, 33 Jurnal : Kas 4. 938. 333, 33 Beban bunga 61. 666, 67 Wesel tagih yg didiskontokan 5. 000 14
2. Pendiskontoan Wesel Berbunga Tanggal 25 Mei 2015 PT. Kharisma mendiskontokan wesel tagih atas PT. Alex ter tanggal 2 Mei 2015, nominal wesel Rp 5. 000 berbunga 8% per tahun, umur wesel 60 hari kepada Bank Niagara dengan diberikan diskonto sebesar 12% per tahun. ~ Periode diskonto 37 hari (hitungan sama dengan contoh di atas) ~ Penghitungan diskonto wesel tersebut : Nominal wesel tagih = Rp 5. 000 Bunga wesel 8% x (60/360) x 5 juta = Rp 66. 666, 67 + Nilai tunai wesel tagih = Rp 5. 066. 666, 67 Diskonto 12% x (37/360) x 5. 066. 666, 67 = Rp 62. 488, 89 Hasil pendiskontoan wesel tagih = Rp 5. 004. 177, 78 Timbul Pendapatan bunga bila hasil pendiskontoan > nilai nominal wesel. Timbul Beban bunga bila hasil pendiskontoan < nilai nominal wesel. Jurnal : Kas 5. 004. 177, 78 Pendapatan bunga 4. 177, 78 Wesel tagih yg didiskontokan 5. 000 15