Agama Menjamin Kebahagiaan A Konsep Kebahagiaan Konsep kebahagiaan
Agama Menjamin Kebahagiaan A. Konsep Kebahagiaan Konsep kebahagiaan secara umum dihubungkan dengan kesuksesan duniawi meliputi: Popularitas Status sosial Kekayaan Kehormatan Jabatan Padahal tidak sedikit dari mereka yang sukses secara duniawi, ternyata hidup menderita bahkan bunuh diri. Jika rasa kebahagiaan terletak pada suasana hati, yakni hati yang sehat (Qalbun Salim) yang diisi dengan keimanan. Benarkah demikian agamalah yang menjadi pangkal kebahagiaan?
Kebahagiaan dalam Al-Qur’an v Kebahagiaan dalam al-Qur’an tertulis dengan berbagai istilah, yang semuanya mencakup kebahagiaan di dunia dan akhirat. Diantaranya Hayatan Thayyibah (kehidupan yang baik), dalam surat al- Nahl: 97 ﺍﺍ ﻯ “Barang siapa mengerjakan amal shaleh, baik laki- laki maupun ﺍ perempuan dalam keadaan beriman maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. ﻭ ﺍﻭﺍ ﺍ
B. Makna Kebahagiaan Haqiqi dalam Islam Ibnu Qayyim al- jauziyah Perasaan tenang dan tentram karena hati sehat dan berfungsi dengan baik serta bisa berhubungan dengan Tuhan pemilik kebahagiaan, kesuksesan, kemuliaan ilmu dan hikmah adalah Allah. Al- Ghazali Kebahagiaan terbagi menjadi 2: yaitu haqiqi (kebahagiaan yang akan diperoleh dengan modal iman, ilmu dan amal), dan majasi (kebahagiaan duniawi yaitu kebahagiaan fana dan tidak abadi).
Kebahagiaan Haqiqi adalah kebahagiaan yang terletak pada hati yang sehat (qalbun salim) sehingga berorientasi kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Karakteristik Hati Sehat Faktor Hati Sakit • • • Memikirkan masa depan (akhirat). Shalat tepat waktu Selalu kembali kepada Allah Berdzikir dan berkhidmat kepada Allah Jika ia lupa, maka segera berdzikir Beramal ikhlas, mengikuti sunnah dan berbuat ihsan. • • Salah bergaul. Berangan- angan. Menggantungkan diri selain kepada Allah. Terlalu kenyang. Banyak Tidur. Berlebihan melihat hal yang tidak berguna. Berlebihan dalam bicara.
Memiliki keluarga yang shaleh Bergaul dengan orang shaleh. Indikator Kebahagiaa n Menurut Ustman bin Hasan Tidak lupa kematian Tawadu’ Di bawah Penguasa yang adil dan tidak dzalim Rizqi yang dapat membatu mendekatkan diri kepada Allah.
C. Agama satu- satunya Jalan Mewujudkan Kebahagiaan Haqiqi Hidup beragama adalah fitrah, karena itu manusia akan merasakan nikmat dan tenang. Sedangkan tanpa agama, manusia akan mengalami ketidaknyamanan dan ketidaktenangan di dalam hati. Historis: Beragama adalah kebutuhan yang haqiqi. Kebahagiaan dapat ditemukan jika ada keserasian antara akal dan wahyu. Sosiologis: Manusia adalah makhluk sosial. Kebahagiaan di dapatkan jika manusia diterima dan dihargai oleh lingkungannya dan dapat mendekatkan diri kepada. Nya. Psikologis: Manusia membutuhkan ketenangan jiwa, hati dan kebahagiaan rohani hal itu didapat jika dekat dengan Tuhan yang Maha suci.
D. Esensi dan Urgensi Komitmen Terhadap Nilai- nilai Tauhid v Jiwa tauhid adalah modal dasar hidup manusia untuk mengantarkan kepada kesejahteraan dan keselamatan. v Tauhidullah membebaskan manusia dari takhayul, khurafat, mitos dan bid’ah. Tahuhidullah menempatkan manusia pada tempat yang bermartabat, tidak menghambakan diri kepada makhluk yang lebih rendah derajatnya. v Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang mengucapkan kalimat La ilaaha illa Allah, dengan ikhlas maka ia akan masuk syurga. (HR. Thabrani) Kunci surga itu adalah kalimah thayyibah La ilaaha illa Allah. Yaitu dengan lisan berdzikir, hati yang suci, terhindar dari makanan yang haram, menyibukkan diri dengan berkhidmad kepada Allah.
Nilai – nilai hidup yang dibangun berasaskan jiwa tauhid merupakan nilai positif, nilai kebenaran, nilai ilahi yang abadi mengandung kebenaran mutlak dan universal, sehingga tercipta agama rahmatan lil alamin, agama yang membawa kedamaian, keselamatan, kesejahteraan dan kebahagiaan manusia lahir dan bathin. Nilai Universal al-Qur’an yang ditanamkan untuk memperoleh kebahagiaan sebagai berikut: • Ash- Shidqi (Kejujuran) • Al- Amanah (Terpercaya) • Al- Adalah (Keadilan) • Al- Huriyyah (Kebebasan) • Al- Musaawah (Persamaan) • Tanggung jawab social • At- Tasamuh (Toleransi) • Tabadul ijtima’ (saling memberi manfaat) • At- Tarahum (kasih sayang)
- Slides: 9