A WIRAUSAHA PEREKONOMIAN INDONESIA Di dlm pembangunan perekonomian
A. WIRAUSAHA & PEREKONOMIAN INDONESIA Di dlm pembangunan perekonomian Indonesia dilandasi pasal 33 UUD 1945 l Pemerintah memberi pengarahan & bimbingan thd pertumbuhan ekonomi & menciptakan iklim yg sehat bg perkembangan dunia usaha. l Swasta sebaliknya l Tiga unsur penting dlm tata perekonomian Indonesia : sektor negara, swasta, koperasi l
Pasal 33 UUD 1945, setelah Perubahan ke-4 pada thn 2002 l (1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. l (2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. l (3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar kemakmuran rakyat. l
(4) Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. l (5) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang -undang. l
B. KONDISI WIRAUSAHA / WIRASWASTA l 1. 2. 3. Gambaran kondisi usaha swasta kecil : Tingkat pendidikan umumnya rendah, bersikap tradisional Kelemahan tsb pertama membawa dampak pd sikap manajemen & organisasi usaha Biasanya mati hidupnya usaha tergantung diri seorang
4. 5. 6. 7. l 1. 2. 3. Kelemahan finansial. Teknis Lokasi usaha Dokumen usaha Prof. Koentjoroningrat dlm “kebudayaan, mentalitas, pembangunan” menyatakan kelemahan mental bangsa Indonesia : Sikap mentalitas yg meremehkan waktu Sikap mentalitas yg suka menerobos Sifat tidak percaya pada diri sendiri
4. 5. 1. 2. 3. Sifat tidak berdisiplin Sifat mentalitas yg suka mengorbankan tanggungjawab yg kokoh Menurut Suparman Sumahamijaya dlm pembinaan & pengembangan kewirausahaan ada 3 bagian pokok yg tidak dapat dipisahkan : Sikap mental wiraswasta (wirausaha) Kewaspadaan mental wiraswasta Keahlian & ketrampilan wiraswasta
C. SIKAP MENTAL & KEPRIBADIAN WIRASWASTA ADALAH MODAL DASAR WIRAUSAHA Pikiran positif & menumbuhkan sikap mental positif = kejujuran, ketekunan, keuletan, kemauan, tanggungjawab, percaya diri, rajin berdaya upaya, tidak lekas putus asa, pemikiran dari diri sendiri, tidak mengharap belas kasihan, lebih banyak berpikir & berbuat kreatif, dsb. l Pikiran negatif = kurang bertanggungjwb, suka menunda-nunda kewajiban, serba ragu, tidak percaya pada diri sendiri, dsb. l
l l Di dlm diri setiap manusia didapati yg disebut “aku”, & aku ini ada dua, yaitu aku positif & aku negatif Yg kuat atau menang yg menguasai diri seorang & menentukan kepribadiannya. Kepribadian yg menentukan berhasil tidaknya perjuangan seseorang. Aku positif, menyiratkan pikiran jernih, pikiran maju, berpikir dinamis, diliputi suasana kaya, suasana cinta, suasana keberhasilan, keramahan & santun, penuh daya cipta serta daya-daya lain yg belum disadari digali.
Aku negatif biasanya berpikir & bertindak serta hidup dlm suasana khawatir, takut menderita rugi, kurang cita-cita utk mencapai kegelisahan & kemiskinan, kadang-kadang terpaksa menerima kegelisahan & kemiskinan serta tidak mungkin jalan bagi kemajuan usaha & diri sendiri l Kepribadian = keseluruhan dr sifat-sifat jasmani, pikiran, jiwa, watak seseorang sehingga membedakan seseorang dr yg lain, baik dlm individualitas & budi pekertinya. l
l 1. 2. l Dlm hidup bermayarakat perlu diusahakan : Mengembangkan persahabatan dg siapapun Supaya punya sikap ketekunan, keteguhan Charles Screibe menyatakan bahwa keberhasilan kegiatan seorang wirausahawan ditentukan oleh : pendidikan formal (15%), nilai-nilai sikap mental & kepribadian seseorang (85%).
l Dr. Suparman Sumahamijaya menyatakan keberhasilan ditentukan oleh : kesediaan berjerih payah (25%), pendidikan sekolah formal (15%) serta pengembangan kepribadian (60%)
D. MENYIKAPI HAMBATAN Mewujudkan suatu usaha berwirausaha menyatakan banyak menghadapi hambatan yg harus diatasi seperti : adanya resiko, keterbatasan modal, hambatan mental kepribadian, dsb. l Utk disebut wiraswasta/wirausaha minimal mempunyai kemampuan menghasilkan barang/jasa yg baru & menyajikan sesuatu barang/jasa baru yg bermanfaat kpd masyarakat l
Kemampuan menghasilkan barang/jasa yg baru menyangkut kreativitas (kemampuan mencipta), menyajikan barang & jasa kpd masyarakat menyangkut keberanian. l Memiliki kreativitas belum tentu memiliki keberanian menyajikan kepada masyarakat, & masalah keberanian ini menyangkut hal mental & kepribadian. l
Adanya resiko merupakan hambatan Setiap orang menginginkan keberhasilan, tp utk memperolehnya orang harus berani membahas bahaya, karena pd keberhasilan melekat resiko l Resiko perlu didekati, dikenal & dimengerti agar mjd terang utk dpt diperhitungkan & ditundukkan l Dgn memperkokoh organisasi & mempertinggi efisiensi, dgn mengerjakan sesuatu memecahkan hambatan itu. l
Menundukkan resiko perlu kewaspadaan mental l Keberhasilan usaha melekat kpd para usahawan yg mempunyai ketajaman & kewaspadaan mental yg mampu melihat & & menyergap adanya peluang & kesempatan baik. l Apabila ingin mendapatkan hasil 2 yg gemilang di masa depan, orang perlu sekali menyusun suatu rencana sistematis guna mencapai tujuan yg diinginkan. l
l l Selanjutnya maju dg kemauan bulat tekat kuat & ketekunan, penuh kepercayaan diri mewujudkan tujuan itu. Dlm hal ini perlu diperoleh daya penggerak diri (self motivation) sebagai kekuatan pendorong menggerakkan diri mencapai tujuan tersebut. Daya penggerak diri akan datang tatkala menetapkan rumusan 2 tentang tujuan 2, menentukan rumusan ttng tanggungjawab sendiri, tekad bulat utk melaksanakannya & merumuskannya melancarkan kegiatan 2 yg diperlukan sesuai rencana utk mencapai tujuan tsb. Tujuan 2 = tugas 2 & tanggungjwb 2 yg terumuskan yg menentukan perilaku
l 1. 2. Seorang wirausaha mampu membawa berdiri sendiri bagi diri sendiri & keluarganya, masyarakat & lingkungannya kearah kemajuan kehidupan & dlm keadaan biasa mampu membawa berkembang maju lahir & batin, materiil & spiritual. Hal tsb dpt tjd karena : Tahu apa maunya Mampu merumuskan tujuan (cita 2 hidupnya). Selanjutnya mampu merumuskan usaha merealisasikan dlm batas kurun waktu tertentu. Menyadari perlunya rencana sistematis & kemampuan kerjasama.
3. 4. 5. 6. 7. Sikap mental, dg membiasakan diri bersikap mental positif, selalu bergairah melakukan kegiatan berkaryanya. Membiasakan membangun disiplin diri Tahu mensyukuri diri, mensyukuri waktu, lingkungannya bersedia membawa orang lain utk maju Bersedia membayar kemajuan, yaitu kesediaan berjerih payah Bersedia belajar dr pengalaman & kepahitan
8. 9. 10. 11. Menguasai kemampuan menjual, memiliki kemampuan kepemimpinan & entrepeneurship, menghayati & mengamalkan Pancasila Membiasakan diri memberikan lebih daripada yg diterima Memperhatikan kesehatan diri Selalu berusaha mempunyai kepribadian yg menarik & menyenangkan.
E. PROSES PEMBENTUKAN MODAL l 1. 2. 3. 4. Proses memiliki modal : Pertama-tama adalah tekad & kemauan utk mengembangkan diri Melalui pendidikan Belajar sendiri Berlatih diri berwiraswasta Membentuk & membiasakan mental watak maju, percaya diri sendiri
5. l Melalui kebiasaan bersedia & rajin berupaya Kita menyadari pd diri kita mempunyai berbagai bentuk sumber kekuatan sbg : l l l Kekuatan pengetahuan Sikap mental Keahlian Ketrampilan Pengalaman Kemampuan hubungan perkenalan
Modal l l 1. Masalah modal dlm kaitan kepentingan menumbuhkan & membina sikap mental wiraswasta, perlu diadakan pembahasan yg memberikan cakrawala pandangan yg luas, utk menumbuhkan keyakinan diri & percaya diri. Menurut Dr. Suparman Sumahamijaya, yg termasuk dlm kategori tsb adalah : Kemerdekaan Karena kemerdekaan menyediakan kesempatan
2. Kesempatan perlu dikerjakan, karena hal tsb akan mjd 1. 2. 3. Sumber penghasilan Dgn ditopang melalui membentuk modal Diri sendiri Di dlm diri sendiri terdapat instrumen berpikir, dgn sikap mental wiraswasta utk berwiraswasta. Sikap mental wiraswasta : 1. 2. Penuh gagasan ide Penuh inisiatif & prakarsa
3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 4. Penuh daya cipta kreativitas Penuh self motivation Dpt bekerjasama Tahu apa maunya hidup ini Tahu menghitung resiko Mampu mencegah hambatan mental Selalu meningkatkan ketrampilan & salesmanship Waktu adalah modal, gunakan sebaiknya utk membangun masa depan dg bekerja, belajar, menyelidiki sesuatu utk kemudian diketahui, diterjuni & diolah
5. Belajar adalah modal, belajar banyak caranya. Dpt dinyatakan : 1. 2. 3. 4. Belajar sendiri Merantau - dg merantau akan mengenal keprihatinan Mencari pengalaman demi membangun masa depan Sekolah
Dg gambaran & proses terjadinya modal, dpt ditarik kesimpulan : l Sikap berpikir adalah modal, modal yg dpt menggali uang l Uang adalah alat pembantu perluasan kesempatan usaha, jd bukan modal mendirikan usaha l Oleh karena itu belajar terlebih dahulu mewujudkan usaha tanpa uang, nanti akan dpt dimengerti bahwa energi di dlm diri ini adalah modal yg amat besar l
F. KEWASPADAAN MENTAL WIRAUSAHA l l l Utk menangkap peluang & kesempatan baik diperlukan kewaspadaan mental Kesempatan baik akan membawa wirausaha ke arah tercapainya tujuan kemajuan & keberhasilan Kemampuan mental adalah kemampuan memakai pikiran & perasaan ujudnya adalah :
1. 2. 3. Penyerapan : kemampuan berpikir & merasakan sesuatu secara mendalam, melihat pikiran secara batin dg penuh perhatian Penyimpanan : kemampuan menyimpan & menanam pikiran & perasaan di dalam ingatan. Ini sewaktu dapat dikeluarkan kembali Pemakaian pikiran : kemampuan mengupas, membahas & menilai sesuatu persoalan
4. Daya cipta : kemampuan melihat di dalam pikiran, supaya bisa tahu sebelumnya & selanjutnya kemampuan melahirkan/mewujudkan ide baru/gagasan 2 kreativitas l Sejarah peradaban manusia adalah merupakan catatan dr kemampuan manusia dibidang kreativitas (daya cipta) Dlm kegiatan 2 kewirausahaan, perniagaan, & industri mengakui betapa pentingnya “usaha kreatif” & upaya meningkatkan efisiensi, fakta 2 baru, kombinasi baru, ide baru, pemanfaatan baru, dsb, utk menghadapi persaingan menuju kemajuan & keberhasilan. l
G. BEKERJASAMA DG ORANG LAIN l l l Diri sendiri, tenaga, kekuatan & waktu adalah modal pokok utk melakukan & ini adalah terbatas, kenyataan menunjukkan banyak jenis pekerjaan & bagian pekerjaan yg harus dikerjakan orang lain. Di dlm mengadakan usaha atau perusahaan pd umumnya usaha sendiri tidak dpt mencapai ukuran besar Utk ukuran besar pertengahan & ukuran besar hanya dicapai dg bekerjasama
l l 1. 2. 3. 4. 5. Jk bekerjasama hubungan tsb perlu diatur dg baik-baik ttng hak kewajiban & tanggungjawab masing 2. Agar bekerjasama mjd kokoh kuat, memerlukan beberapa hal, antara lain adanya : Toleransi Disiplin Solidaritas Kerukunan Tekad bersama utk membangun & mengembangkan usaha
1. ANALISIS DIRI 1. l a. b. Pengenalan diri Ada beberapa cara yg dpt ditempuh dlm pengenalan diri : Memperhatikan diri sendiri agar lebih peka terhadap perasaan yg ada, reaksi yg muncul & memahami penyebab timbulnya perasaan & reaksi tsb. Menjelaskan perasaan, persepsi, reaksi, pengalaman 2, dg menggunakan kata 2 sehingga hal 2 tsb mjd lebih jelas & biasanya memberikan arti yg baru.
c. d. Utk membandingkan dirinya sendiri adalah dg membandingkan dirinya sendiri dg orang lain Utk lebih mengenal dirinya sendiri adalah dg meminta umpan balik dr orang lain ttng bagaimana orang lain tsb melihat & memberikan reaksi balik dr orang lain ttng bagaimana oranglain tsb melihat & memberikan reaksi terhadap perilakunya.
Ilustrasi utk dpt menjelaskan umpan yg dpt meningkatkan pemahaman ttng diri sendiri dikemukan oleh Johari Window. l Tabel Johari Window l AKU l “tahu “tdk tahu” l “tahu” ORANG LAIN “tdk tahu” A (daerah bebas) C (daerah pribadi) B (daerah gelap) D (daerah ketidakpastian)
l l Daerah bebas (A), adalah daerah dimana persepsi antara dirinya sendiri & orang lain sama. Artinya melihat seseorang seperti seseorang tsb melihat diri sendiri. Sbg contoh : A merasa percaya diri & orang lain juga melihat A sbg orang yg mempunyai kepercayaan diri Daerah gelap (B), adalah daerah dimana beberapa hal yg diketahui oleh orang lain, tetapi individu yg bersangkutan tdk mengetahuinya. Sbg contoh : B mempunyai cara berbicara yg ditangkap oleh orang lain sbg sikap yg sombong, tp B tdk menyadari bahwa ia sombong.
Daerah pribadi (C), adalah daerah dimana individu mengetahui sesuatu hal tentang dirinya sendiri tp disembunyikan sehingga orang lain tdk dpt melihat. Misalnya : C sebetulnya merasa tdk aman & cemas di lingkungan sosialnya, tp C selalu berusaha menutupinya dg cara tampil sbg orang yg percaya diri, ramah pd semua orang, murah senyum, dll. Disini orang melihat C yg palsu. l Daerah ketidaksadaran (D), adalah daerah dimana tdk diketahui baik individu maupun orang lain l
l l Utk memperluas daerah bebas, maka perlu mempersempit daerah pribadi & gelap. Utk mempersempit daerah pribadi, individu harus berani membuka dirinya agar orang lain lebih tahu tttng individu tsb. Utk mempersempit daerah gelap membutuhkan orang lain utk memberikan umpan balik. Tujuan dr umpan balik adalah utk memberikan informasi konstruktif utk menolong individu memahami bagaimana perilakunya mempengaruhi orang lain & bagaimana penilaian orang lain terhadap perilakunya.
l 1. 2. 3. 4. 5. Umpan balik yg menolong diharapkan difokuskan pada : Perilakunya, bukan kepribadiannya Deskripsinya, bukan penilaiannya Situasi yg spesifik Saat sekarang bukan yg telah lampau Saling membagi rasa, persepsi & perasaan, tdk memberi petunjuk
2. l Mengembangkan kemampuan yg positif Utk mengarahkan diri ada 3 komponen utama yg perlu diperhatikan : l l l Tujuan hidup Ketrampilan 2 yg menunjang sesuai dg kebutuhan Karakteristik pribadi & keinginan pribadi yg ingin dipenuhi
3. l l Pengembangan motivasi Motivasi secara umum diartikan sbg suatu dorongan yg timbul dr diri seseorang utk mencapai tujuan yg telah ditentukan Proses motivasi seseorang digambarkan sbb :
l I. Kebutuhan tdk terpenuhi VI. Kebutuhan tdk terpenuhi dinilai IV. Evaluasi II. Mencari jalan utk memenuhi kebutuhan Individu IV. Hasil karya III. Perilaku yg berorientasi pd tujuan
l Menurut Maslow, kebutuhan manusia adalah berjenjang, spt gambar berikut : Aktualisasi diri Penghargaan Sosial Rasa aman Fisiologis
4. Faktor 2 yg mempengaruhi motivasi seseorang Meliputi : l l l a. Internal, yaitu yg berasal dr individu sendiri antara lain : minat, bakat, tujuan individu, dll. Eksternal, yaitu yg berasal dr luar individu, seperti lingkungn sosial, keluarga, tempat kerja, pimpinan, dll Agar motivasi individu dpt berkembang secara optimal, kegiatan yg dilakukan : Mempunyai nilai personal bg individu tsb
b. c. d. e. Hasilnya sangat bermanfaat bg orang lain Individu mempunyai keyakinan mampu meraihnya Tugas yg dikerjakan tdk terlalu sulit atau resiko yg diambil tdk terlalu besar Hasil yg didapatkan sesuai dg yg dilakukan
B. MOTIVASI BERPRESTASI 1. l l Pengertian motif, motivasi & motivasi berprestasi Pengertian motif Motif = dorongan dr dlm, inner need yg bersifat komplek, laten & potensial, yg memberikan arahan & perilaku manusia di dlm mencapai tujuan baik berupa prestasi, kekuatan Pengertian motivasi Motivasi = suatu hal yg mampu memberikan kekuatan, dorongan utk menggerakkan diri seseorang dlm perilaku tertentu & sekaligus memberikan arahan terhadap diri seseorang utk merespon/melakukan kegiatan ke arah pencapaian tujuan
l Pengertian motivasi berprestasi Menurut Mc Clelland & Heckhausen, motivasi berprestasi = motif yg mendorong individu dlm mencapai sukses & bertujuan utk berhasil dlm kompetisi beberapa ukuran keberhasilan yaitu dg membandingkan prestasinya sendiri sebelumnya maupun dg prestasi orang lain
2. l Ciri 2 individu yg memiliki motivasi berprestasi Utk mengetahui motivasi berprestasi seseorang terdapat 2 kecenderungan perilaku : l l Individu yg cenderung mengejar/mendekati kesuksesan Individu yg berusaha menghindari kegagalan
l 1. 2. 3. l 1. Ciri 2 individu yg memiliki motivasi berprestasi yg tinggi (Wyner) : Menunjukkan aktivitas yg berprestasi Menunjukkan ketekunan & tdk putus asa dlm menghadap kegagalan Memilih tugas 2 tingkat kesulitan yg sedang 2 Menurut Mc. Clelland, orang 2 yg berprestasi tinggi dlm masyarakat : Orang 2 yg lebih suka menetapkan tujuan sendiri tujuan prestasinya
2. 3. 4. Lebih suka menghindari tujuan prestasi yg mudah & sukar karena mereka lebih menyukai tujuan yg sesuai dg kemampuan mereka. Lebih menyukai balikan yg cepat & efisien mengenai prestasi mereka Senang & bertanggungjwab memecahkan setiap masalah. Ada 6 sifat individu yg mempunyai motivasi berprestasi yg tinggi (Heckhausen) : 1. Lebih mempunyai kepercayaan dlm menjalankan tugas yg berhubungan dg prestasi
2. 3. 4. 5. 6. Mempunyai sikap yg berorientasi ke masa depan & lebih dpt menangguhkan pemuasan utk dpt menjalankan penghargaan pd waktu kemudian Memilih tugas yg kesukarannya sedang Tdk suka membuang 2 waktu Dlm mencari pasangan lebih suka yg memiliki kemampuan drpd simpatik Lebih tangguh dlm suatu tugas.
- Slides: 52